Skip to main content

Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu Hadiri Sosialisasi Dampak Seks Bebas dan Perundungan Berbasis Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu menghadiri sosialisasi dan advokasi bertema “Dampak Seks Bebas dan Perundungan Berbasis Sekolah” pada tahun 2024.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu menghadiri sosialisasi dan advokasi bertema “Dampak Seks Bebas dan Perundungan Berbasis Sekolah” pada tahun 2024.

Bengkulu – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu menghadiri sosialisasi dan advokasi bertema “Dampak Seks Bebas dan Perundungan Berbasis Sekolah” pada tahun 2024. Kegiatan yang berlangsung di salah satu aula di Bengkulu ini diikuti oleh siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), kepala SLB, guru SLB, dan unsur komite sekolah.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Saidirman, yang menegaskan pentingnya kesadaran akan bahaya seks bebas dan perundungan, terutama di lingkungan sekolah inklusif.

“Seks bebas dan perundungan adalah ancaman nyata bagi generasi muda kita, termasuk di kalangan siswa berkebutuhan khusus. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mendukung pengembangan karakter siswa,” ujar Saidirman dalam sambutannya.

Dalam sesi sosialisasi, peserta diberikan edukasi tentang dampak kesehatan, psikologis, dan sosial dari seks bebas serta bagaimana perundungan dapat memengaruhi kepercayaan diri dan prestasi siswa. Materi disampaikan oleh tim dari Dikbud dan tenaga ahli dari lembaga perlindungan anak.

Kepala SLB yang hadir menyambut baik kegiatan ini. “Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan siswa kami, mengingat mereka juga rentan terhadap dampak negatif pergaulan jika tidak dibimbing dengan baik,” ungkap salah satu kepala SLB.

Guru dan unsur komite sekolah juga diberi peran strategis untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Selain itu, mereka diajak untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui pendekatan inklusif dan kolaboratif.

“Kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangat penting. Kita harus bekerja sama memastikan anak-anak kita tidak hanya berprestasi, tetapi juga aman dan terlindungi dari perilaku negatif,” tambah Saidirman.

Komitmen Bersama
Melalui kegiatan ini, Dikbud Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk mendorong sekolah-sekolah, khususnya SLB, menjadi tempat yang bebas dari perundungan dan perilaku menyimpang. “Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Mari kita wujudkan generasi yang cerdas, beretika, dan bermoral tinggi,” tutup Saidirman.

  • rica store

Berita Terkini