Berita Terkini
Penarafflesia.com - Saat ini Provinsi Bengkulu mengahdapi tantangan serius lantaran kemarau yang sudah selama tiga bulan terakhir ini, akibatnya lahan persawahan mengalami kekeringan yang mempengaruhi produksi beras berkung, akibatanya harga beras melonjak tinggi.
Untuk mengatasi situasi ini Pemerinta Provinsi Bengkulu mengambil Langkah-langka untuk menjaga pasokan dan haraga beras di wilaya Bengkulu tetap setabil, salah satunya pihaknya melakukan rapat bersama Rumah Pangan Kita (RPK) atau pengecaer Beras Bulog di Provinsi Bengkulu.
PJ Sekdaprov Bengkulu Nandar Munadi, menindaklanjuti intruksi Gubernur Bengkulu beberapa pihaknya mengumpilkan para RKP untuk rapat bersama membahas pendistribusian beras dan membahas harga eceran teringgi (HET). rapat ini diselenggarakan pada Kamis (21/9) di Gedung Pola Kantor Gubernur.
“menidak lanjuti intruksi bapak Gubernur untuk mengumpulkan para pengecer beras yang bekerja sama dengan bulog,” sampain
Nandar menjelaskan bahwa ada penyesuaian harga beras dengan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 11.500 per kilogram, terutama jika dibandingkan dengan harga pada bulan Agustus. Maka dia menegaskan bahwa pengecer RPK tidak boleh menjual beras di atas harga tersebut.
“Kalau untuk yang bekerjasama dengan bulog, selama ini mereka mengatakan menjual sesuai dengan HET, sedangkan harga bersar diatas 11,500 ribu itu, merupkan penjual yang merupakan Masyarakat umumu,” ungkapnya.
Kemudian dia mengatakan untuk menjaga harga beras tetap setabil, pihaknya mengintruksikan melalui Bulog agar para RPK mendistribusikan beras yang, jangan sampai beras tersbut ditimbut untuk memanfaatkan situasi agar mendapatkan keuntungan yang tinggi. Untuk menjaga hal ini satgas pangan yang didalamnya tergabung pihak Polda Bengkulu akan melakukan operasi pasar.
“saat ini sudah mulai dilakukan operasi pasar oleh satgas pangang utnuk memastikan beras tersedia dipasar,” ujarnya.
Lebih lanjut Nandar menyampaikan, dengan situasi naiknya harga beras ini nerdampak tingginya inflasi di Provinsi Bengkulu pada beberapa bulan terakhir ini. Sehingga ia mengingatkan kepada RPK untuk tidak memainkan harga, jika hal ini terjadi maka RPK tersebut akan dikenakan sanksi tegas.
“dampak harga beras ini, kita terjadi infalsi. Maka kita imbau untuk pengecer tidak memaikan harga. Kalau terjadi nati tentu aka ada sanki dari pihak bulog,” tutupnya