Skip to main content

Reses di Posyandu Sedap Malam, Destita Tampung Aspirasi Ibu-ibu soal Perlindungan Anak dan Layanan Kesehatan

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., melaksanakan kegiatan reses ke-4 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 bersama masyarakat peserta Posyandu Sedap Malam Kelurahan Surabaya, Sabtu (13/12/2025).
Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., melaksanakan kegiatan reses ke-4 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 bersama masyarakat peserta Posyandu Sedap Malam Kelurahan Surabaya, Sabtu (13/12/2025).

Bengkulu – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., melaksanakan kegiatan reses ke-4 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 bersama masyarakat peserta Posyandu Sedap Malam Kelurahan Surabaya, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30 hingga 12.30 WIB tersebut digelar di Posyandu Sedap Malam, Kantor Lurah Surabaya, Kota Bengkulu. Reses ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Anggota DPD RI di daerah pemilihan sebagaimana diamanatkan dalam Surat Sekretaris Jenderal DPD RI Nomor B/RP.00.01/3335/DPDRI/XII/2025 untuk periode 11–31 Desember 2025.

Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah isu sosial menjadi perhatian utama. Warga menyampaikan keprihatinan atas semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah oleh anak-anak dan generasi muda. Masyarakat menilai diperlukan penguatan peran keluarga, satuan pendidikan, serta lingkungan sosial dalam melestarikan bahasa daerah sebagai identitas dan jati diri budaya lokal, yang didukung oleh kebijakan dan program nyata dari pemerintah.

Isu perlindungan anak juga mengemuka. Masyarakat mengeluhkan meningkatnya kekhawatiran terhadap kasus perundungan, pelecehan seksual, dan penculikan anak, baik di lingkungan tempat tinggal maupun satuan pendidikan. Warga berharap adanya penguatan edukasi kepada orang tua, kader posyandu, dan masyarakat, serta peran aktif pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberikan perlindungan dan penegakan hukum yang tegas.

Selain itu, masyarakat menyoroti sektor pendidikan. Warga menilai kualitas pendidikan sangat bergantung pada kompetensi dan kesejahteraan guru serta dosen. Aspirasi agar kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas, pemerataan pelatihan, dan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi perhatian dalam pembahasan perubahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) turut disampaikan.

Terkait layanan kesehatan masyarakat, warga mengeluhkan fasilitas Posyandu Sedap Malam yang dinilai belum memadai dan kurang nyaman, sehingga memengaruhi minat masyarakat untuk datang. Masyarakat mengusulkan perbaikan sarana prasarana serta dukungan operasional, seperti biaya transportasi kader, seragam, alat tulis kantor, dan makanan tambahan Posyandu.

Aspirasi ekonomi juga mencuat, khususnya keprihatinan terhadap maraknya pinjaman berbunga tinggi yang memberatkan ibu-ibu. Warga berharap adanya akses pembiayaan alternatif dari pemerintah yang aman dan terjangkau, serta penguatan program UMKM bagi ibu-ibu Kelurahan Surabaya untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Destita menegaskan komitmennya untuk menghimpun dan menyampaikan masukan masyarakat kepada kementerian dan lembaga terkait melalui forum resmi DPD RI. Ia juga menyatakan akan mengawal pelaksanaan kebijakan di bidang kebudayaan, perlindungan anak, pendidikan, kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi perempuan.

Kegiatan reses ini menjadi ajang silaturahmi antara Anggota DPD RI B-26 dengan masyarakat peserta Posyandu Sedap Malam Kelurahan Surabaya. Acara ditutup dengan foto bersama dan makan bersama seluruh peserta.

  • rica store

Berita Terkini