Berita Terkini
Seluma - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Destita dan Teddy Rahman. Ayahanda tercinta mereka, Drs. H. Achmad Sardi HS, M.Si., berpulang ke Rahmatullah pada Rabu pagi (10/6/2026).
Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya. Semasa hidup, H. Achmad Sardi dikenal sebagai sosok yang bersahaja, dekat dengan masyarakat, serta memiliki dedikasi tinggi dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Mewakili keluarga, Senator Destita menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum selama hidup. Ia juga memohon doa dari masyarakat agar ayahandanya memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Kami mohon doa agar beliau husnul khatimah dan mendapatkan ampunan serta rahmat Allah SWT. Kami juga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan beliau selama hidup," ujar Destita.
Dalam pesan keluarga, Destita turut menyampaikan bahwa apabila masih terdapat janji, amanah, atau urusan yang belum sempat diselesaikan almarhum, pihak keluarga membuka diri untuk menerima informasi dan siap menindaklanjutinya.
"Kami berharap siapa pun yang masih memiliki urusan dengan ayahanda dapat menghubungi saya, adik saya, atau keluarga kami. Insya Allah akan kami tindak lanjuti dengan sebaik-baiknya," katanya.
Keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, serta doa selama masa perawatan hingga kepergian almarhum.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah almarhum dimakamkan pada Kamis (11/6/2026) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kembang Mumpo, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, serta warga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Desa Kembang Mumpo merupakan tanah kelahiran sekaligus kampung halaman yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidup almarhum.
Kepergian H. Achmad Sardi meninggalkan jejak keteladanan, kebijaksanaan, dan nilai-nilai pengabdian yang akan terus dikenang oleh keluarga maupun masyarakat Bengkulu, khususnya Kabupaten Seluma. (*)