Berita Terkini
Penarafflesia.com - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah dan Pelatihan Dasar Kebencanaan di Aula SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu selama tiga hari, dari Jum'at hingga Minggu, 15-17 Desember 2023.
Acara dimulai dengan pembukaan yang dihadiri oleh Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Syahjudin, dan Kepala Stasiun Klimatologi Bengkulu sekaligus Koordinator BMKG Provinsi Bengkulu Klaus Johannes Apoh Damanik, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu bidang Lembaga Resiliensi Bencana (LRB), LLHPB Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah, NGO kebencanaan, serta Organisasi Otonom Muhammadiyah tingkat wilayah dan UKM Tanggap Bencana Kiai Soedjak Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Peserta pelatihan melibatkan perwakilan dari Lembaga Resiliensi Bencana daerah sebanyak 9 kabupaten dan 1 kota, Ortom Muhammadiyah tingkat wilayah, dan UKM Tanggap Bencana Kiai Soedjak UM Bengkulu. Sementara itu, peserta Rakerwil MDMC terdiri dari pimpinan LRB daerah yang dihadiri oleh 6 daerah, yaitu Mukomuko, Bengkulu Tengah, Lebong, Rejang Lebong, Kota Bengkulu, dan Seluma.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mencakup sejumlah diskusi, pelatihan, dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Salah satu sorotan pada hari pertama adalah sarasehan dan diskusi kebencanaan bersama BPBD Provinsi Bengkulu serta diskusi tentang mewujudkan konsep "One Muhammadiyah One Resilience". Kedua kegiatan ini dihadiri oleh pihak BPBD dan BMKG Provinsi Bengkulu.
Pembukaan acara diawali dengan penyampaian Safety Briefing oleh UKM Tanggap Bencana Kiai Soedjak UM Bengkulu. Dalam sambutannya, Ketua MDMC Bengkulu, Donni Fahlepi, M.Pd, menekankan pentingnya upaya bersama dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) secara lintas sektor, yang disebut sebagai pentahelix. Ia juga mencatat bahwa Bengkulu memiliki karakteristik geografis yang rawan bencana, dan oleh karena itu, kegiatan pelatihan dasar kebencanaan diadakan untuk memperkuat pemahaman dan kesiapsiagaan.
Sambutan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu bidang LRB, Dr. Ir. H. Edwar Suharnas, M.P., M.Si, menguraikan konsep resiliensi dan menekankan pentingnya mewujudkan resiliensi bencana serta menjalin hubungan lintas sektor. Ia juga menyoroti pembuatan roadmap dan program kerja oleh setiap LRB daerah.
MDMC daerah berharap agar upaya mitigasi tetap dilakukan meski dalam keterbatasan, dan kesiapsiagaan harus dimulai sejak dini. Semua pihak sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor dan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan sangat krusial dalam menghadapi potensi bencana.
Sementara itu Syahjudin menyampaikan dukungan terhadap kegiatan SPAB (Sekolah Pengurangan Risiko Bencana), potensi penambahan mata pelajaran kebencanaan, dan koordinasi dengan cabang dinas pendidikan di daerah.
Pewarta : Nici
Editor : Yusuf