Berita Terkini
Penarafflesia.com - Wakil Gubernur Bengkulu Dr. Rosjonsyah menyebutkan bahwa salah satu langkah pemerintah dalam mempersiapkan generasi sehat untuk menuju bangsa yang kuat yaitu melalui pelaksanaan program pecepatan penurunan stunting, dimana stunting adalah persoalan serius yang dapat mengancam kemandirian bangsa.
"Untuk menuju bangsa yang kuat, perlu dilakukan peningkatan kesehatan anak bangsa, melalui program Pencegahan Stunting guna meningkatkan kualitas generasi mendatang, dengan adanya remaja yang sehat maka bangsapun akan kuat".
"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Dan stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar serta tidak dapat bersaing memasuki Indonesia Emas 2045".
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu Dr. Rosjonsyah didepan ratusan warga Kecamatan Kerkap dalam sambutannya pada roadshow tim percepatan penurunan stunting Provinsi Bengkulu yang berlangsung di Kelurahan Lubuk Durian, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara. Pencegahan stunting telah diperkuat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, ujar wagub pada akhir pekan ketiga November 2023, Jumat,24/11.
Dikatakan Wagub, Roadshow tim PPS pada forum koordinasi percepatan penurunan stunting akan dilakukan secara maraton hingga menyentuh sejumlah daerah kabupaten dan kota. Hal tersebut sebagai aksi nyata pemerintah daerah yang berkonvergensi bersama lintas sektor dalam rangka pencegahan potensi stunting. Banyak unsur yang terlibat dalam pencegahan stunting di Bengkulu.
Berdasarkan hasil studi status gizi indonesia (SSGI) tahun 2022 yang telah di launching pada tanggal 14 januari 2023, angka prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu sebesar 19,8 persen. Meskipun secara angka, prevalensi stunting telah turun sebanyak 2,3 persen, namun ini masih belum mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya yakni 18,89 persen. Hingga tentunya ini menjadi pr kita bersama untuk lebih bekerja keras dalam mencapai target provinsi tahun 2024 menjadi 12,55 persen.

Kabupaten Bengkulu Utara, berdasarkan hasil ssgi tahun 2022, sedikit mengalami kenaikan dari 20,7 persen menjadi 22,8 persen atau naik sebanyak 2 persen. Ini tentunya menjadi cambuk bagi kita semua khususnya tim percepatan kabupaten bengkulu utara untuk lebih bekerja ekstra keras dalam menurunkan angka stunting.
"Mengingat saat ini Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 telah berjalan dan tinggal menunggu hasilnya, tentu besar harapan kita angka stunting di provinsi bengkulu, khususnya bengkulu utara menunjukkan penurunan atau perubahan ke arah yang baik. Apalagi mengingat kinerja yang telah bapak/ibu lakukan luar biasa sangat mendukung program percepatan penurunan stunting".
Bupati Bengkulu Utara Mi'an menambahkan, potret atas kondisi kasus tubuh kerdil di Bengkulu mengingatkan bahwa masih perlu perjuangan dan kerja keras secara konvergensi. Jangan ada lagi ego sektoral dalam pembangunan sumber daya manusia. Kerja keras perlu aksi bersama dan kerja nyata agar pembangunan SDM di Bengkulu dapat dirasakan bagi masyarakat.
Ia meminta masyarakat agar dapat memulai dengan merubah perilaku hidup sehat agar kasus stunting dapat ditekan. "Merubah perilaku dalam pemenuhan asupan gizi berimbang, menjaga kebersihan lingkungan dan orang tua yang tidak merokok, imbuhnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu M. Iqbal Apriansyah menyampaikan bahwa roadshow forum koordinasi Tim PPS di Bengkulu Utara menggelar rangkaian aksi penurunan dan pencegahan tubuh kerdil alias stunting. Terdapat aksi nyata intervensi sensitif yaitu pemberian makanan berprotein hewani berupa telur ayam kepada 100 penerima manfaat keluarga berisiko stunting, khususnya bagi ibu menyusui dan ibu hamil.
Selain itu, pemberian makanan tambahan (PMT) makanan pangan lokal, pemberian pil tambah darah bagi remaja siswa SMA, serta diberikan alat peraga pengasuhan baduta yaitu BKB Kit di tujuh desa Kecamatan Kerkap. Dan untuk menyemangati TPK, kita memberikan biaya operasional lanjutan kepda TPK yang ada sebanyak 99 TPK, sebut Iqbal.
Disasarnya Kecamatan Kerkap sebagai lokasi fokus roadshow PPS di wilayah itu mengingat Kecamatan Kerkap yang terdapat 17 desa dan satu kelurahan dengan populasi penduduk 0-17 tahun mencapai 3.474 jiwa. (Adv)
Penulis : Yusuf
Editor : Rofadhila Azda,