Berita Terkini
Penarafflesia.com - Pemerintah Kota Bengkulu melakukan koordinasi dengan Bulog Divre Bengkulu dalam upaya menjaga stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok di wilayah ini dan untuk menekan laju inflasi. Pj Walikota Arif Gunadi secara langsung melakukan koordinasi dengan Manajer Bisnis Perum Bulog Bengkulu, Agung Rochman.
Tujuan dari koordinasi ini adalah untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras di Kota Bengkulu. Arif Gunadi memberikan penjelasan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras di Bulog dijamin aman. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian besar-besaran (panic buying) karena persediaan beras sudah terjamin.
"Khusus beras kita tidak perlu cemaskan, stok kita banyak. Bantuan untuk masyarakat miskin juga sudah siap sampai bulan Januari. Sementara itu, stok beras untuk stabilisasi harga juga cukup. Jadi masyarakat tak perlu cemas, tak perlu memborong beras ataupun panic buying yang menyebabkan harga barang pokok naik," jelas Arif.
Arif Gunadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang beredar mengenai kekurangan stok bahan pokok.
"Kita harus hati-hati tidak usah terpedaya isu yang mengatakan beras habislah dan lainnya. Ini kita lihat sendiri di Bengkulu (Bulog) stoknya aman. Semoga dengan pemberitahuan ini masyarakat dapat tenang dan bahagia," tambahnya.
Arif Gunadi menegaskan kembali bahwa stok beras di Kota Bengkulu tetap aman hingga tahun depan berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan bersama Bulog Divre Bengkulu.
Sebelumnya, Manajer Bisnis Perum Bulog Bengkulu, Agung Rochman, telah memastikan bahwa stok beras di Bulog aman, dan jika diperlukan, stok tambahan dapat diimpor dari wilayah Bulog lain yang terdekat, termasuk Lampung, Sumsel, dan Jakarta.
"Untuk hari ini, kita punya stok itu 3.500 ton dan sedang dalam perjalanan sekitar 5.000 ton. Mencukupi ataupun tidaknya, yang jelas pasokan itu pasti tetap ada. Pada intinya melihat stok itu tak hanya di satu provinsi, tapi keseluruhan. Saat keseluruhan sudah secara nasional itu tinggi, di atas 1 juta, pasti akan ada penyebaran, termasuk di Bengkulu," jelas Agung Rochman.
Dengan penjelasan tersebut, Agung menegaskan bahwa isu kekurangan stok beras di wilayah Bengkulu adalah tidak benar dan masyarakat dapat yakin akan ketersediaan beras yang memadai.
Pewarta : Fatmala
Editor : Yusi