Skip to main content

Ekonomi Bengkulu Terkontraksi Minus 2,44 Persen di Triwulan III 2023

Struktur pertumbuhan ekonomi Provinsi-provinsi di Pulau Sumatera.
Struktur pertumbuhan ekonomi Provinsi-provinsi di Pulau Sumatera.

Penarafflesia.com - Statistik Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Teuku Fahriza mengungkap pada Triwulan III-2023, ekonomi Provinsi Bengkulu mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar minus 2,44 persen dibandingkan dengan Triwulan II-2023. Kontraksi ini terjadi pada tujuh lapangan usaha, sementara sepuluh lapangan usaha lainnya mengalami pertumbuhan.

Tiga lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar minus 15,16 persen; Administrasi Pemerintahan sebesar minus 11,49 persen; dan Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang sebesar minus 4,62 persen. Di sisi lain, tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Konstruksi sebesar 4,42 persen; Industri Pengolahan sebesar 3,29 persen; dan Jasa Pendidikan sebesar 2,30 persen.

Perekonomian Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 28,90 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 14,40 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,06 persen. Kombinasi ketiga lapangan usaha tersebut mencapai kontribusi sebesar 52,36 persen dalam perekonomian Provinsi.

Pada aspek pertumbuhan tahunan (year-on-year), ekonomi Provinsi Bengkulu Triwulan III-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 3,96 persen dibandingkan dengan Triwulan III-2022. Pertumbuhan ini terjadi pada 14 lapangan usaha, sementara tiga lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi pertumbuhan negatif. Tiga lapangan usaha yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,05 persen; Informasi dan Komunikasi sebesar 9,91 persen; dan Jasa Lainnya sebesar 9,54 persen.

Sementara tiga lapangan usaha yang mengalami kontraksi adalah Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar minus 6,61 persen; Pertambangan dan Penggalian sebesar minus 0,67 persen; dan Industri Pengolahan sebesar minus 0,30 persen. Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan mengalami pertumbuhan sebesar 2,74 persen.

Secara spasial, struktur perekonomian di Pulau Sumatera pada Triwulan III-2023 didominasi oleh Provinsi Sumatera Utara dengan kontribusi terhadap PDRB Pulau Sumatera sebesar 23,35 persen, diikuti oleh Provinsi Riau sebesar 22,34 persen, dan Sumatera Selatan sebesar 14,25 persen. Sementara itu, Provinsi Bengkulu memiliki kontribusi sebesar 2,08 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera.

Ekonomi di Pulau Sumatera pada Triwulan III-2023 (year-on-year) tumbuh sebesar 4,50 persen. Provinsi Sumatera Selatan mencatat pertumbuhan tertinggi di Pulau Sumatera, yakni sebesar 5,08 persen. Sementara itu, Provinsi Bengkulu menempati posisi ke-8 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera dengan pertumbuhan sebesar 3,96 persen.

Perekonomian Provinsi Bengkulu berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan II-2023 mencapai Rp 23,76 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 12,96 triliun. (Ys)

  • rica store

Berita Terkini