Eks Mitra PT. Timah Curigai ada Konspirasi Soal Penerbitan SPK Muara Tengkorak

PENARAFFLESIA -Setelah sempat ditertibkan pada bulan Oktober lalu, kini aktivitas penambangan di Muara Tengkorak kembali menggeliat. CV. Jaya Mandiri yang dipercaya PT. Timah Tbk selaku pemilik IUP sebagai pemegang SPK, mulai menambang pasir Timah di kawasan Muara Tengkorak telah beraktivitas sejak 2 pekan lalu. Kebijakan PT. Timah sendiri mendapat sorotan lantaran beraroma konspirasi. Pasalnya sebelum ini setidaknya 5 perusahaan yang mendapat SPK sebelum ini, malah dibuat gigit jari.

Kekecewaan ini disampaikan oleh seorang mantan panitia PIP Muara Tengkorak. Menurutnya PT. Timah seharusnya bersikap adil dengan semua pihak terkait kemitraan. Penerbitan SPK tunggal yang dilakukan oleh PT. Timah dinilai tidak fair, setelah sebelumnya melakukan penertiban Lantara SPK yang sudah kadaluarsa.

“Coba lah bersikap adil, kami dari dulu ditertibkan bekerja di kawasan Muara Tengkorak tersebut, lantaran SPK yang sudah habis masa berlaku. Tapi intinya kami ingin bekerja dengan legal. Tolong terbitkan juga pengajuan SPK lainnya untuk Muara Tengkorak. Kami ini warga Sungailiat juga mau bekerja, Nanti kita kerja ilegal disebut menjarah, mau kerja legal tidak dikasih ijin,” sebut seorang warga mantan panitia PIP di Muara Tengkorak, yang dibincangi wartawan Rabu (3/12/22) siang.

Ditambahkannya, bahwa PT. Timah selayaknya bersikap terbuka untuk memberikan kesempatan bekerja bagi pihak lain, sehingga tidak menciptakan kesan monopoli bagi salah satu perusahaan yang diberikan SPK.

Bukankah Pak PJ. Gubernur mengarahkan supaya pekerjaan-pekerjaan tambang yang melibatkan masyarakat, harus legal. Salah satu ruang bagi masyarakat bekerja secara legal adalah dengan mendapatkan kemitraan dengan PT. Timah. Nah kalau tidak diakomodir oleh PT. Timah nanti bisa bekerja ilegal lagi nih masyarakat. Dan kalau begitu maka tidak akan kunjung selesai pekerjaan pak Gubernur untuk menata pertambangan di Babel ini,” timpalnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT. Timah, Purwoko saat dikonfirmasi oleh wartawan sejak beberapa hari lalu, enggan memberi jawaban terkait hal ini. (tim)

  • HUT Provinsi Bengkulu
  • PMD
  • dana desa
  • inovasi

Berita Terkini