Berita Terkini
Bengkulu – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2024, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu menghadiri sosialisasi bertema "Hak Akses pada Perguruan Tinggi bagi Penyandang Disabilitas". Acara ini berlangsung di Bencoolen Mall dan menghadirkan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dikbud Provinsi Bengkulu, Salmi, S.Pd., sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Salmi menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan aksesibilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas, khususnya di jenjang pendidikan tinggi.
“Pemerintah telah berkomitmen menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif, baik melalui regulasi maupun program strategis. Di tingkat pusat, kebijakan seperti afirmasi beasiswa dan penyediaan fasilitas aksesibilitas di perguruan tinggi terus ditingkatkan. Sementara di tingkat daerah, kami berfokus pada penguatan sarana dan prasarana serta pendampingan bagi penyandang disabilitas di setiap jenjang pendidikan,” ujar Salmi.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran semua pihak, termasuk lembaga pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha, dalam mendukung penyandang disabilitas mengakses pendidikan tinggi.
“Kami berharap kampus-kampus di Bengkulu dapat lebih ramah terhadap difabel, baik melalui penyediaan fasilitas fisik seperti jalur khusus dan alat bantu belajar, maupun pengembangan kurikulum yang inklusif,” tambahnya.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah mahasiswa difabel yang berbagi pengalaman mereka dalam mengakses pendidikan tinggi. Salah satu peserta, Rina, mahasiswi berkebutuhan khusus dari salah satu universitas di Bengkulu, menyampaikan harapannya agar lebih banyak beasiswa afirmasi diberikan kepada penyandang disabilitas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dikbud Provinsi Bengkulu untuk mendorong kesetaraan hak pendidikan bagi semua kalangan. “Mari kita bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar inklusif, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam meraih impian dan mengembangkan potensi diri,” tutup Salmi.