Berita Terkini
BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah. Senin siang (27/10), Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyerahkan 2 unit kendaraan arm roll (truk sampah) dan 102 unit bak arm roll (kontainer sampah) kepada pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di Balai Kota Merah Putih tersebut dihadiri langsung oleh para bupati dan wali kota penerima bantuan, serta jajaran pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu.
Dalam sambutannya, Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari keimanan dan tanggung jawab bersama.
“Bengkulu yang religius harus dimulai dari Bengkulu yang bersih. Tidak mungkin kita bicara tentang keimanan dan ketakwaan jika lingkungan kita masih kotor, sungai penuh sampah, atau halaman rumah dan kantor dibiarkan kumuh,” tegas Helmi.
Helmi menambahkan, kebersihan adalah cermin keimanan, sementara keindahan lingkungan menjadi wajah dari kepribadian masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga kebersihan dari lingkungan terdekat.

Program penyerahan truk dan kontainer sampah ini merupakan langkah konkret Pemprov Bengkulu dalam memperkuat pelayanan publik di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Langkah ini juga bagian dari visi besar Pemprov Bengkulu: Bengkulu Maju, Religius, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
“Pembangunan sejati adalah ketika pemerintah hadir di tengah rakyat, memberi manfaat nyata, dan meringankan beban mereka. Bantuan truk dan kontainer ini bukan sekadar simbol, tetapi solusi bagi persoalan sehari-hari masyarakat,” ujar Gubernur Helmi.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan sehat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperindah wajah daerah.
Helmi pun mengajak seluruh kepala daerah, camat, lurah, hingga masyarakat desa untuk bersama-sama menumbuhkan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan.
“Mari jadikan gerakan kebersihan sebagai gerakan moral dan budaya. Libatkan sekolah, majelis taklim, organisasi pemuda, dan kelompok masyarakat. Jadikan kebersihan sebagai gaya hidup, bukan karena aturan, tapi karena kesadaran,” serunya.
Menutup sambutannya, Helmi menekankan bahwa kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial.
“Dari lingkungan yang tertata akan lahir masyarakat yang sejahtera, dan dari keindahan yang terjaga akan tumbuh peradaban yang bermartabat,” pungkasnya. (Adv)