Berita Terkini
Penaraflesia.com - Leski Oktavia, Direktur Women’s Crisis Centre (WCC) Provinsi Bengkulu, mengambil inisiatif untuk mengangkat isu feminisme dan tindakan kekerasan terhadap perempuan secara lebih luas di Provinsi Bengkulu. Ini diungkapkan dalam pertemuan Forum Perempuan Akar Rumput (FKPAR) dan Forum Multi Stakeholders (FMS) Provinsi Bengkulu yang menyambut 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan merayakan ulang tahun ke-24 WCC Bengkulu di Hotel Mandeli pada 7-8 Desember 2023.
Dalam pertemuan tersebut, Leksi Oktavia menyampaikan, "Kami, kaum perempuan, mengangkat isu-isu feminisme terkait pemerkosaan, kekerasan fisik yang telah banyak terjadi di Bengkulu, termasuk pembunuhan brutal terhadap istri. Di momen ini, kami di Bengkulu mengangkat isu ini dan akan melibatkan semua kalangan masyarakat, mulai dari tingkat pemerintah desa, pemerintah kabupaten, berbagai unsur seperti Kepolisian, Pengadilan, Dinas DP3, Dinas Pendidikan, Kesehatan, KUA, hingga unsur lainnya, termasuk peran media."
Hal ini menjadi perhatian serius mengingat data dari SIMFONI-PPA (Kemen PPA, 2023) yang mencatat sebanyak 14.759 kasus kekerasan seksual terjadi, terdiri dari 2.888 kasus terhadap laki-laki dan 13.162 kasus terhadap perempuan. Data tersebut menunjukkan:
1. 20% kasus kekerasan seksual terjadi pada laki-laki dan 80% pada perempuan.
2. Pelaku kekerasan seksual, 10.4% terhadap perempuan dan 89.6% terhadap laki-laki.
3. Rentang umur korban dari balita hingga lansia.
Leksi Oktavia menambahkan, "Di Cahaya Perempuan, hingga tahun 2023, kami sudah mendampingi 59 kasus, dan hampir semuanya kita damping sampai ke pengadilan."
Pewarta : YM
Editor : Oki