Skip to main content

Sempat Viral Sebut Kemenkeu 'Iblis', Bupati Meranti Ditetapkan Tersangka Korupsi

Tangkapan Layar Halaman Facebook KPK
Tangkapan Layar Halaman Facebook KPK

Nasional - Sempat menjadi viral sebelum ditangkap tangan KPK, Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil perna melayangkan protes dengan menyebut Kementerian Keuangan sebagai iblis atau setan terkait alokasi DBH yang menurutnya tidak adil.

Diketahui, KPK menyita uang senilai Rp 26,1 miliar rupiah, menetapkan Muhammad Adil sebagai tersangka kasus korupsi.

"Sebagai bukti awal dugaan korupsi yang dilakukan MA menerima uang sejumlah sekitar Rp 26,1 Miliar dari berbagai pihak dan tentunya hal ini akan ditindaklanjuti dan didalami lebih detail oleh tim penyidik," kata Wakil Ketua KPK Alexander, dalam konferensi pers, di Gedung KPK, Jumat (8/4/2023).

Sebelumnya, Bupati Meranti perna melontarkan keterangan, bahwa tahun 2022 wilayahnya hanya menerima sebanyak Rp115 miliar atau naik Rp700 juta saja dibandingkan penerimaan sebelumnya. Padahal, lifting minyak naik dari US$60 menjadi US$100, imbas konflik Rusia dan Ukraina.

Ia melontarkan pernyataan ini dalam Rapat Koordinasi Nasional Optimal Pendapatan Daerah di Pekan Baru.

Kemudian ia mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menemui pejabat Kemenkeu untuk membahas pembagian DBH. 

Lalu ia juga telah menyurati Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk bertemu secara langsung, namun pihak Kemenkeu menawarkan pertemuan secara online.

“Sampai saya kejar ke Bandung orang Kemenkeu, juga tidak dihadiri oleh yang kompeten, itu yang hadir waktu itu nggak tahulah. Sampai pada waktu itu saya bilang, ‘Ini orang keuangan ini isinya iblis atau setan?” ungkapnya yang sempat viral.

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Kamis (6/4) Malam, terkuaknya Hubungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Riau, M Fahmi dengan Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil terkait pemeriksaan laporan keuangan Pemda Kepulauan Meranti yang diaudit oleh BPK Perwakilan Riau.

Untuk kasus ini KPK menetapkan tiga tersangka, yaitu : Kepala BPKAD Kabupaten Meranti Fitria Nengsih; dan Pemeriksa Muda BPK Perwakilan Riau, M Fahmi Aressa. (*)

  • KENZO CELL

Berita Terkini

Berita Rekomendasi