Berita Terkini
Penarafflesia.com - Pembayaran sisa Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan IV tahun 2024 atau yang lebih dikenal dengan sertifikasi guru di Kota Bengkulu mengalami keterlambatan. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu memastikan bahwa pencairan dana yang tertunda akan segera direalisasikan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu, Yudi Susanda, menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran TPG ini tidak berpengaruh pada Dana Bagi Hasil (DBH) dari provinsi.
"Untuk DBH provinsi ini, tidak ada pengaruhnya pada pembayaran TPG karena TPG itu langsung ditransfer dari pusat ke rekening kita. Kalau DBH Provinsi ini kan, bagian dari pendapatan kita yang lain," ujar Yudi.
Meskipun dana tersedia, penyaluran sisa TPG masih tertunda karena anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk membayar secara penuh. Yudi menegaskan bahwa pihaknya memahami pentingnya pembayaran TPG bagi para guru, namun terdapat keterbatasan anggaran yang harus dihadapi.
"Kami memahami pentingnya pembayaran TPG bagi para guru, namun kami harus menghadapi keterbatasan anggaran. Kami terus berupaya mencari solusi terbaik untuk memenuhi kewajiban ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Yudi menyampaikan bahwa mekanisme pembayaran masih dalam proses kejelasan.
"Jadi kalau anggaran kurang, kita nggak mungkin bayar sebagian. Walaupun uangnya ada, angka anggarannya harus ada. Jadi secepatnya kita akan bayar itu, TPG," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, A. Gunawan, menegaskan bahwa tidak ada kendala berarti dalam pencairan dana sertifikasi guru ini.
"InsyaAllah sudah kita koordinasikan dengan BPKAD dan itu sudah berproses," kata Gunawan.
Adapun untuk TPG Triwulan IV tahun 2024, masih menyisakan satu bulan pembayaran yang tertunda. Dengan adanya koordinasi antara Dikbud dan BPKAD, diharapkan pencairan ini dapat segera terealisasi dalam waktu dekat, sehingga hak para guru dapat segera diterima. (Adv)