Skip to main content

Pajak Bengkulu Didominasi PPh Non Migas

Ilustrasi.net
Ilustrasi.net

Penarafflesia.com - Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas terus menjadi pilar utama dalam mengisi kas penerimaan pajak di Provinsi Bengkulu. Hingga Semester 1 tahun 2023, penerimaan dari PPh Non Migas berhasil menyumbangkan dana sebesar Rp 783,1 miliar, yang setara dengan 53,83 persen dari total penerimaan pajak yang mencapai Rp 1,45 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bengkulu dan Lampung, Tri Bowo mengatakan, PPh Non Migas telah menjadi penyumbang terbesar kedua dalam penerimaan pajak di Bengkulu. Angka ini berada di bawah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang mencatatkan kontribusi sebesar Rp 623,4 miliar.

"PPh Non Migas menjadi penyumbang penerimaan pajak terbesar di Bengkulu setelah PPN," kata Tri, Rabu (13/9/23).

Tri menilai bahwa kontribusi yang signifikan dari PPh Non Migas adalah hasil dari upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan potensi pajak di sektor tersebut. Sehingga membuat penerimaan PPh Non Migas lebih baik dibandingkan penerimaan pajak lainnya.

"Kinerja yang baik dalam mengelola PPh Non Migas adalah hasil dari kerja keras tim kami dalam melakukan pemungutan pajak secara efisien," ujarnya.

Sumber pendapatan dari PPh Non Migas ini sangat vital dalam mendukung pembangunan dan pengembangan berbagai sektor di Bengkulu, seperti infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik. Dana yang terkumpul dari sektor ini memiliki potensi besar dalam memajukan ekonomi daerah.

"Tentu saja penerimaan pajak ini nantinya akan dikembalikan ke masyarakat untuk mendukung pembangunan dan pengembangan berbagai sektor di Bengkulu, seperti infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik," tuturnya.

PPh Non Migas yang mencatatkan pertumbuhan yang kuat hingga pertengahan tahun ini juga mencerminkan kinerja ekonomi yang positif di Bengkulu. Meskipun tantangan ekonomi tidak terelakkan, kontribusi PPh Non Migas yang stabil memberikan harapan bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan sumber pendapatan lainnya guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

"Ini menjadi indikasi bahwa kinerja ekonomi di Bengkulu masih positif," ujarnya.

Dengan kontribusinya yang signifikan, PPh Non Migas tetap menjadi sorotan utama dalam perencanaan penerimaan pajak di Bengkulu. Upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kontribusi sektor ini tetap menjadi prioritas, sambil terus berupaya mengoptimalkan potensi pajak dari sektor lainnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu.

"Sektor penerimaan ini tetap prioritas, namun kami juga akan terus berupaya mengoptimalkan potensi pajak dari sektor lainnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu," pungkasnya.

Tags
  • rica store

Berita Terkini