Skip to main content

Musim Penghujan, Destita Khairilisani Minta Masyarakat Bengkulu Waspada Bahaya Demam Berdarah

Waspada bahaya DBD di musim penghujan.
Waspada bahaya DBD di musim penghujan.

Penarafflesia.com - apt Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M DPD RI Provinsi Bengkulu terpilih, meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), seiring dengan datangnya puncak musim hujan. Selasa (3/4/2024).

Sebab, saat hujan terjadi biasanya ada banyak genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk. Salah satunya, yakni nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat dalam 3 bulan terakhir, angka kasus deman berdarah dengue (DBD) di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu mencapai angka 1.581 kasus. Angka kasus tersebut berbanding jauh jika dibandingkan 3 bulan terakhir pada 2023 lalu, yang mana hanya tercatat sebanyak 151 kasus.

Untuk rincian kasus tahun 2024 ini yakni pada Januari 2024 lalu sebanyak 395 kasus, kemudian di Februari sebanyak 515 kasus. tertinggi pada Maret yang capai 671 kasus. 

"Pada pekan ke-14 tercatat 101 penyakit DBD di Provinsi Bengkulu, hal tersebut mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan pekan ke-12 yang tercatat 232 kasus DBD," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Ruslian, Rabu (17/4/24).

Meski begitu, Destita tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan aktif dalam pencegahan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan 3M, yaitu Menguras, Menutup​ dan Mengubur.

"Perlu dikhawatirkan, meskipun kasus DBD saat ini landai, tidak menutup kemungkinan akan kembali terjadi kenaikan kasus kembali. Saya berharap seluruh instansi terkait dan masyarakat untuk tetap berpartisipasi melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan, terutama dalam kegiatan 3M," harap Destita.

Destita juga mengimbau masyarakat mewaspadai gejalanya, diantaranya demam mendadak tinggi, nyeri kepala, menggigil, mual dan muntah, tidak nafsu makan, timbul bintik merah, mimisan, nyeri badan.

Kenali Tanda dan Gejala DBD

Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari tanpa sebab yang jelas, disertai pusing, mual, muntah dan nafsu makan berkurang. Kemudian nyeri otot, nyeri sendi, nyeri perut dan ulu hati. Pendarahan bisa terjadi dibawah kulit (bintik-bintik merah), Minisan, kencing ada darah, berak hitam seperti petis, dan muntah darah. 

"Bahkan gejalanya syok dengan tanda-tanda, tangan dan kaki terasa dingin, tekanan darah menurun, gelisah, denyut nadi cepat dan lemah," jelas Destita mengutip data Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Dijelaskan, tindakan pencegahan, hapus tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti tempat air yang tidak ditutup. Gunakan larvasida untuk mengendalikan larva nyamuk di tempat-tempat sulit dikeringkan. 

"Gunakan kelambu saat tidur dan gunakan losion atau semprotan penolak nyamuk saat diluar ruangan. Pakai pakaian menutupi kulit saat beraktifitas diluar. Libatkan masyarakat dalam program pembersihan lingkungan dan pengendalian vektor," pungkasnya.

Tags
  • KENZO CELL

Berita Terkini