Museum Diorama FATMAWATI SOEKARNO Bakal Dibangun Tahun Depan

 

PENARAFFLESIA, BENGKULU - Apresiasi bangsa terhadap arsip merupakan cerminan nilai budaya yang luhur terhadap nilai-nilai kesejarahan.  Perhatian terhadap pentingnya arsip bagi kehidupan berbangsa dan bernegara perlu diwujudkan dalam bentuk visual sebagai rekaman memori kolektif bangsa dan bahan pertanggungjawaban nasional.

Untuk mewujudkan nilai-nilai sejarah dalam bentuk visual tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu bersama Yayasan Fatmawati Soekarno dan pihak terkait lainnya menggagas adanya pembangunan Museum Diorama FATMAWATI SOEKARNO di Provinsi Bengkulu. 

Ibu Fatmawati sendiri merupakan Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967 yang berasal dari Bengkulu. Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Kepala DPK Provinsi Bengkulu, H. Meri Saadi, M.Pd mengatakan, pembangunan Museum Diorama Fatmawati Soekarno bertujuan untuk mengangkat sejarah mengenai ibu Fatmawati Soekarno di Bengkulu. Serta sebagai ungakapan dinamika proses berbangsa dan bernegara dari masa ke masa yang ditampilkan melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi.

"Pembangunan ini juga untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai sejarah bangsa dan penghormatan yang mulia kepada pejuang dan pahlawan asli bumi raflesia yakni ibu Fatmawati," ungkap Meri Sasdi, Senin (19/12/2022). 

Ia menambahkan, pihaknya bersama Yayasan Fatmawati Soekarno dan pihak terkait lainnya hingga saat ini terus mematangkan rencana untuk pembangunan Museum Diorama FATMAWATI SOEKARNO di Provinsi Bengkulu yang direncanakan akan dibangun tahun 2023 mendatang. 

"Insyaallah Museum Diorama Fatmawati Soekarno akan terlaksananya pembangunan tahun depan," kata Meri Sasdi. 

Ia menyebut, dalam pembangunan Museum Diorama Fatmawati Soekarno ini untuk anggaran pembangunan telah disiapkan, dan akan dimulai setelah Profesor yang ditunjuk melakukan rekam sejarah atau storyline terlebih dahulu yakni Profesor Nina Herlina yang merupakan sejarawan dari Universitas Padjadjaran Bandung.

Storyline mengenai ibu Fatmawati sendiri telah diwujudkan dengan diresmikannya monumen patung ibu Fatmawati Soekarno oleh Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo pada Februari tahun 2020 lalu. Monumen ini sendiri berada di pusat kota Bengkulu atau di pertengahan lampu merah Simpang 5 Ratu Samban Kota Bengkulu. 

"Anggaran pembangunan sudah ada, dan Profesor Nina sebagai konsultan utama untuk proses pembangunan diorama Fatmawati Soekarno," ujarnya. (Adv)

  • HUT Provinsi Bengkulu
  • PMD
  • dana desa
  • inovasi

Berita Terkini