Berita Terkini
BOJONEGORO – Aktivitas di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tampak lebih sibuk dari biasanya, Jumat (17/7/2026). Personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga mulai membongkar paving lama sebagai langkah awal pembangunan jalan cor beton yang akan meningkatkan akses transportasi di wilayah tersebut.
Pekerjaan pembongkaran menjadi tahapan penting sebelum proses pengecoran jalan sepanjang 490 meter dengan lebar 3 meter dilaksanakan. Jalan yang selama ini digunakan masyarakat dinilai sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik sehingga tidak lagi memberikan kenyamanan bagi pengguna, terutama saat dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Di lokasi, prajurit TNI dan warga terlihat bekerja berdampingan mencabut paving yang sudah usang. Untuk mempercepat proses, alat berat berupa ekskavator turut diterjunkan membantu membersihkan badan jalan agar siap memasuki tahap konstruksi berikutnya.
Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, mengatakan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
"Pembongkaran paving merupakan bagian awal dari pembangunan jalan cor beton. Seluruh proses kami kerjakan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat agar hasilnya benar-benar maksimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujarnya.
Pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas warga, mulai dari aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju berbagai fasilitas pelayanan publik. Infrastruktur yang lebih baik juga diyakini akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kesongo.
Semangat gotong royong menjadi pemandangan yang menonjol selama pekerjaan berlangsung. Kolaborasi antara Satgas TMMD dan masyarakat memperlihatkan kuatnya kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju.
Program TMMD ke-129 yang mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa" berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Melalui berbagai sasaran fisik dan nonfisik, program ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.