Berita Terkini
Bengkulu - Sebelum mengalami sakit keras Warga RT. 02 RW. 04 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu ini terlihat biasa saja di lingkungan tempat tinggalnya. Namun sekarang, sudah lebih satu bulan ia hanya terbaring lemah di tempat tidur.
Mengenali anak, istri, keluarga dan kerabat yang berkunjung hanya dengan suara karena ia tidak bisa melihat lagi semenjak sakitnya menjadi sebulan terahir.
Hal ini disampaikan oleh purta pertamanya saat media ini melihat langsung kondisi Ason (4/3/21) di rumahnya.
Iwan Putra Pertama Bapak Ason menceritakan kondisi ayahnya.
"Sebelumnya ayah sehat-sehat aja, sebulan terahir ini ayah sudah tidak bisa lagi bangun dari tempat tidur bahkan melihatpun ia sudah tidak bisa lagi. Untuk berobat kita sudah berobat kemana-mana termasuk ke klik. Tetapi biaya pengobatan cukup besar, sekali berobat ke klinik bisa sampai tiga ratus ribuan. Satu bulan ini seminggu sekali berobat ke klinik" Cerita Iwan.
Kemudian Iwan menyampaikan kegelisahannya dengan kondisi ayahnya.
"Jujur saya sangat khawatir dengan kondisi ayah sekarang, biaya pengobatan cukup mahal sementara pendapatan saya perbulan hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup anak dan istri sehari-hari. Sedangkan ibu hanya berjualan kue keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari" Kata petugas jaga malam pasar panorama ini kemarin.
"Meskipun gak ada uang kami terus berupaya untuk kesembuhan sakit ayah, terkadang uang tidak ada sama sekali tetapi demi ayah kami tetap berusaha mengobati ayah demi kesembuhannya. Kami berharap jika ada dermawan yang bersedia membantu mungkin pemerintah Kota atau Provinsi Bengkulu yang dapat membantu kami, kami sangat berterima kasih" Curhat Iwan.
Sementara itu, Ason yang sedang terbaring lemah menyampaikan harapannya kepada media ini saat ditemui di Rumahnya "Kalau ada kawan atau siapapun yang bisa membantu tolong bantu Wak ya… Sampaikan kepada mereka bahwa wak tidak bisa melihat lagi" Begitu harapan Ason kepada tim liputan.
Dari pengamatan tim liputan, memang benar kondisi Bapak Ason sudah semakin lemah, ia tidak bisa melihat sejak terbaring lemah di tempat tidur. Selain itu, daya ingatnyapun telah berkurang.
Hal ini diketahui tiga puluh menit setelah tim liputan berdialog dengannya ia bertanya kepada tim liputan dimana posisi kami sekarang dan siapa tamu yang berkunjung padahal sebelumnya ia sudah mengetahui tim liputan yang sedang berkunjung ke rumahnya.
Diketahui riwayat sakit awal bapak Ason ini darah tinggi hal ini penjelasan dari keluarga yang sempat tim liputan temui di rumahnya kemarin.
Kontributr: RM