Skip to main content

Pemkot Bengkulu Bentuk Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia untuk Kesejahteraan Anak-anak

Asisten I Eko Agusrianto bersama dengan Kepala DP3AP2KB Dewi Dharma, Kepala Disnaker Firman Romzie, dan beberapa perwakilan OPD terkait di ruang Hidayah 2. /foto: mckb)
Asisten I Eko Agusrianto bersama dengan Kepala DP3AP2KB Dewi Dharma, Kepala Disnaker Firman Romzie, dan beberapa perwakilan OPD terkait di ruang Hidayah 2. /foto: mckb)

 


Bengkulu- Pemerintah Kota Bengkulu berencana membentuk Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) dengan mengajak perusahaan baik BUMN, BUMD, maupun swasta untuk ikut serta dalam menjaga kesejahteraan anak-anak Indonesia, terutama di Kota Bengkulu.

 Untuk mempercepat langkah ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah mengadakan rapat bersama OPD terkait untuk persiapan pembentukan APSAI Kota Bengkulu.

Rapat ini dipimpin oleh Asisten I Eko Agusrianto bersama dengan Kepala DP3AP2KB Dewi Dharma, Kepala Disnaker Firman Romzie, dan beberapa perwakilan OPD terkait di ruang Hidayah 2. 

Eko menjelaskan bahwa pembentukan APSAI adalah komitmen untuk melindungi hak-hak anak di Kota Bengkulu melalui anggota-anggota APSAI. Hal ini juga menjadi langkah mendukung dan menyongsong implementasi Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

Eko berharap pembentukan formatur APSAI dapat rampung dalam waktu dekat. "Dalam waktu dekat kita akan mengundang perusahaan-perusahaan yang memiliki komitmen terhadap perlindungan dan hak anak. Setelah itu, mereka akan diberikan kewenangan untuk menentukan pengurus mereka sendiri karena kita hanya sebagai pendorong," ujar Eko.

Pada intinya, APSAI ini bertujuan untuk menjadi wadah sinergi dan percepatan dalam upaya perlindungan anak terutama untuk memastikan peran serta sektor swasta di Indonesia. Sebagai mitra pemerintah, sektor swasta memiliki peran strategis dalam membentuk tiga pilar utama penggerak pembangunan berorientasi pada pemenuhan hak-hak anak, bersama anggota masyarakat dan berbagai instansi berbasis komunitas lainnya. (zul/don)
 

  • rica store

Berita Terkini