Berita Terkini
BENGKULU-Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu, Yudi Susanda, memberikan apresiasi atas kinerja Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pada tahun 2023, target PAD RSHD ditetapkan sebesar Rp50 miliar, dan untuk tahun 2025, target tersebut dinaikkan menjadi Rp60 miliar. Peningkatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi Tabrani, menegaskan bahwa peningkatan PAD menjadi indikator penting bagi keberhasilan manajemen dan pelayanan di RSHD.
“Target untuk tahun 2025 adalah Rp60 miliar per tahun. Laporan tahun ini menunjukkan pencapaian hampir 40-50 persen dari target, dan ini menjadi dasar evaluasi untuk terus memperbaiki layanan,” ujarnya.
Joni menambahkan bahwa inovasi dalam pelayanan kesehatan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di RSHD.
“Kami mendorong manajemen RSHD untuk menghadirkan inovasi pelayanan yang memuaskan masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah pasien yang berobat, otomatis PAD juga akan tumbuh lebih signifikan,” katanya.
Sementara itu, Yudi Susanda menyampaikan optimismenya bahwa target PAD RSHD yang ambisius ini dapat tercapai dengan sinergi yang baik antara manajemen RSHD, Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kota Bengkulu.
“Kami percaya, dengan dedikasi yang kuat dan inovasi yang terus dihadirkan, RSHD mampu menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar di Kota Bengkulu,” ungkap Yudi.
Langkah strategis seperti peningkatan layanan dan inovasi di RSHD diharapkan tidak hanya mendukung target PAD, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Bengkulu dalam mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas. (Adv)