Berita Terkini
Bengkulu - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mulai mempersiapkan langkah antisipasi untuk mencegah lonjakan inflasi menjelang akhir tahun 2024, terutama dengan adanya perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, S.Sos, M.Kes menegaskan, pengendalian harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas ekonomi di wilayah tersebut.
"Mendekati akhir tahun perlu dilakukan antisipasi kenaikan harga pangan, khususnya jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Harga pangan cenderung fluktuatif dan sering mengalami kenaikan di akhir tahun," ungkap Isnan, Sabtu (2/11/2024).
Saat ini, beberapa harga komoditi mulai mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan harga komoditas ini tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga mempengaruhi sektor lain seperti transportasi.
Kemudian penyediaan jasa, dan layanan yang terkait dengan momen perayaan akhir tahun.
"Potensi yang bisa memberikan dampak signifikan pada kenaikan inflasi, harus diantisipasi sejak dini agar inflasi tetap terkendali," lanjut Isnan.

Isnan menambahkan, langkah pengendalian inflasi yang dilakukan Pemprov Bengkulu, mencakup pemantauan harga dan stok pangan di pasar, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga pasokan tetap stabil.
"Langkah preventif ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, dan menjaga keseimbangan antara permintaan dan suplai," tambahnya.
Pemprov Bengkulu juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja, agar kebutuhan harian tetap terpenuhi tanpa memicu lonjakan harga yang berdampak pada inflasi.
"Sehingga mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah, dan meminimalisir dampak inflasi jelang akhir tahun," tutur Isnan.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Win Rizal mengemukakan pandangannya terkait pengendalian inflasi di akhir tahun.
Permintaan yang tinggi menjelang momen perayaan seringkali mempengaruhi harga kebutuhan pokok. Tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan suplai dapat memicu inflasi.
"Biasanya pada akhir tahun, masyarakat cenderung melakukan belanja lebih dari biasanya, sehingga perlu ada upaya edukasi kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja,” singkat Win Rizal. (prw)
Penulis: Budi || Redaktur: Fatmala