Berita Terkini
Penarafflesia.com - Yayasan Pusat Pendidikan Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu, bekerja sama erat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota dan Provinsi Bengkulu, menggelar sebuah Jambore Agen Perubahan yang mengambil tema "Praktek Baik Dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dan Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE)". Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 19 Januari 2024, di empat sekolah di Kota Bengkulu, yaitu SMP 4, SMP 13, SMP 22, dan SMA 2.
Aula SMAN 2 Kota Bengkulu menjadi saksi perhelatan acara ini yang dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan dan pembinaan, antara lain Direktur Yayasan PUPA, Susi Handayani; Kabid SMA Provinsi Bengkulu, Three Marnope, M.Pd; Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Bengkulu, Denny Apriansyah, S.STP, M.E; dan Kepala SMAN 2 Kota Bengkulu, Wanpisata, M.Pd.
Susi Handayani, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan buah dari tiga tahun dedikasi PUPA dalam menanggulangi kompleksitas KBGO dan KSBE di kalangan pelajar SMP dan SMA. Dengan melibatkan 88 agen perubahan, PUPA menjalin kerja sama dengan ACT (Asean Community Trust) untuk melaksanakan program kegiatan di sekolah-sekolah yang menjadi fokus.
"Mengacu pada mandat Permendikbudristek Nomor 46 tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan, kami menyadari pentingnya melibatkan peserta didik dalam upaya mencegah kasus kekerasan. Oleh karena itu, kami membentuk agen perubahan sebagai agen perubahan aktif dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah," ungkap Susi.
Susi menambahkan bahwa workshop diadakan untuk merumuskan strategi pencegahan dan penanganan KBGO dan KSBE di sekolah, sekaligus membentuk pemahaman positif peserta didik terhadap isu kekerasan. Fokus utama adalah melibatkan peserta didik, dengan harapan mereka akan menjadi agen perubahan yang mewujudkan kebaikan dan menjauhi praktek kekerasan.
Program kegiatan tidak hanya berhenti pada workshop, melainkan mencakup pembuatan poster dan video anti KBGO atau KSBE. Karya-karya ini akan disebarluaskan di lingkungan sekolah dan media sosial. Meskipun program ini telah selesai, PUPA memastikan bahwa agen perubahan akan terus menjadi pelopor kebaikan dan tetap menerapkan tindakan pencegahan terhadap kekerasan di lingkungan sekolah.
Three Marnope menekankan bahwa peran agen perubahan sangat penting dalam mendukung langkah Pemerintah dalam menciptakan sekolah ramah anak, yang memberikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Sebagai pilot projek, harapannya adalah agar agen perubahan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk ikut serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pelajar.
Denny Apriansyah dari Diknas Kota Bengkulu turut memberikan dukungan terhadap langkah PUPA dalam pencegahan permasalahan seperti bullying, KBGO, dan KSBE. Upaya lebih lanjut, pihaknya sedang merumuskan pembentukan Tim Penanganan dan Pencegahan Kekerasan di satuan pendidikan, sebagai langkah konkret dalam mengatasi masalah tersebut.
Kepala Sekolah Wanpisata dari SMAN 2 Kota Bengkulu memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah PUPA dalam mendukung dunia pendidikan dan menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Salah satu tindakan konkret yang diambil adalah memberlakukan kebijakan akses terbatas pada media sosial di lingkungan sekolah, dengan harapan penggunaan hp oleh pelajar dapat lebih terfokus pada pembelajaran. Langkah ini menjadi salah satu contoh positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi generasi muda.
Pewarta : Fatmala
Editor : Yusuf