Skip to main content

Harga Buah Pinang Terus Anjlok, Petani Menantikan Kenaikan Harga

Ibu-ibu rumah tangga Nasal Kabupaten Kaur, tengah melakukan aktivitas pengupasan buah pinang, Jumat (19/01). (foto: Ahlan/Penarafflesia.com)
Ibu-ibu rumah tangga Nasal Kabupaten Kaur, tengah melakukan aktivitas pengupasan buah pinang, Jumat (19/01). (foto: Ahlan/Penarafflesia.com)

Penaraflesia.com - Seiring dengan transformasi komoditas kebun pinang menjadi tambak udang dan kelapa sawit di Kaur, ternyata harga buah pinang mengalami penurunan yang signifikan. Para petani di daerah ini mengalami kesulitan akibat merosotnya harga buah pinang hingga mencapai Rp 4.000 per kilogram, turun dari sebelumnya yang mencapai Rp 7.000 per kilogram.

Iman (40), seorang petani pinang di Kecamatan Maje, mengungkapkan bahwa kondisi ini memberikan dampak yang signifikan pada penghasilan mereka.

"Ada penurunan harga komoditas buah pinang dari sebelumnya sampai Rp 7.000 per kilogram, menjadi Rp 4.000 per kilogram," ujarnya. Meski buah pinang di daerah ini banyak dikirim ke luar daerah, seperti Lampung dan kota Bengkulu, harga yang rendah tetap menjadi masalah.

"Kami langsung jual ke penampung dengan keadaan buah yang sudah dikupas dan keadaan buah yang sudah tua," jelas Iman.

Wartini (50), seorang petani pinang dari Nasal, juga mengakui bahwa penurunan harga ini memberikan dampak buruk pada kehidupan mereka.

"Harpakan kami harga kembali naik. Lumayan hasil penjualan komoditas buah pinang bisa untuk anak-anak sekolah dan kebutuhan rumah tangga," harap Wartini.

Para petani pinang di Kaur menantikan kenaikan harga agar mereka dapat memenuhi kebutuhan keluarga mereka dan memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak mereka.

Pewarta : Ahlan

Editor : Yusuf

  • rica store

Berita Terkini