Berita Terkini
Bengkulu, PenaRafflesia – Keberadaan fungsi hutan sangatlah penting bagi sebuah wilayah terlebih sebagai pencegah bencana alam ataupun sebagai tempat flora dan fauna berlindung, namun angka kerusakan Hutan di Bengkulu cukup menyita perhatian Gubernur Bengkulu dan juga public.
Dilansir dari data Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi telah terjadi perubahan tutupan hutan di Provinsi Bengkulu yang menyebabkan seluas 8.306 hektar kawasan hutan hilang dan hal ini menjadi sorotan serius karena keberadaan hutan sangatlah vital bagi suatu wilayah.
Dalam upaya preventif bencana alam, Hutan mampu mencegah tanah longsor dan juga banjir di sejumlah wilayah. Dari sisi perhutanan sosial tentu akan membantu menggerakan perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

Dari data yang dihimpun Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah, kerusakan hutan Bengkulu terbilang tinggi yakni di angka 13%. Hal ini cukup membuat dirinya terkejut dan segera menindaklanjuti temuan ini.
"Memang sekarang harus berhati-hati musim hujan turun dengan intensitas tinggi potensi Banjir cukup tinggi (Bengkulu). Maka BKSDA dan BPDAS Bengkulu serta teman-teman sekarang (kita) hampir jutaan punya bibit termasuk di UPTD kehutanan kita. Karena hal itu kita minta dukungan masyarakat kita menanam untuk merehabilitasi hutan secara bersama," kata Gubernur Rohidin di Balai Raya Semarak, 01/02/2024.
"Memang kita akui tingkat kerusakan hutan cukup tinggi bahkan secara keseluruhan hampir 13% yang dalam kondisi tutup lahan rusak maka memang harus berhati-hati dan diperlukan menjaga hutan secara bersama," tutup Gubernur Rohidin.