Berita Terkini
BOJONEGORO, Flamboyannews.com - Waktu terus berjalan. Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 TA 2026 semakin dekat, namun semangat anggota Satgas Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, justru semakin dipacu.
Memasuki H-5 penutupan, Satgas TMMD terus mengejar penyelesaian sejumlah sasaran fisik agar dapat dituntaskan sesuai target. Salah satu perhatian utama diarahkan pada pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Kardo, warga RT 014 RW 007, Dusun Bekatul, Desa Kesongo.
Rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman. Pekerjaan telah memasuki tahap akhir dan terus dikebut oleh anggota Satgas bersama masyarakat.
Sejumlah personel terlihat mengerjakan finishing, mulai dari merapikan bagian bangunan, membersihkan sisa material, hingga melangsir bahan bangunan terakhir menuju lokasi.
Namun, proses tersebut tidak berjalan tanpa tantangan.
Akses menuju rumah Pak Kardo yang sempit membuat kendaraan pengangkut material berukuran besar tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung. Kondisi tersebut memaksa Satgas menggunakan sistem pelangsiran secara bertahap.
Material dipindahkan menggunakan metode estafet maupun angkut-panggul. Satu per satu kebutuhan pembangunan dibawa menuju rumah penerima manfaat agar pekerjaan tidak terhenti.
Di bawah cuaca panas, para prajurit tetap bekerja. Keringat membasahi seragam, tetapi aktivitas pembangunan terus berjalan.
Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan keterbatasan akses tidak boleh menjadi alasan untuk memperlambat pekerjaan.
"Akses memang menjadi tantangan tersendiri, tapi itu bukan alasan bagi kami untuk melambat," tegas Lettu Ckm Purnomo.
Menurutnya, Satgas menyiasati kondisi tersebut dengan sistem pelangsiran agar seluruh material yang dibutuhkan tetap dapat sampai ke lokasi.
"Kami menyiasatinya dengan sistem pelangsiran bertahap. Tim bekerja keras memastikan semua kebutuhan terpenuhi, mulai dari pasir, semen, hingga material atap," tambahnya.
Upaya tersebut menunjukkan bagaimana Satgas bersama masyarakat berusaha menyelesaikan sasaran fisik meski menghadapi keterbatasan medan.
Bagi Pak Kardo dan keluarganya, pembangunan rumah tersebut bukan sekadar target program TMMD. Rumah yang lebih layak berarti harapan untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Sementara bagi Satgas, setiap pekerjaan yang diselesaikan menjadi bagian dari tanggung jawab untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Pada Minggu (09/08/2026), progres peningkatan kualitas rumah Pak Kardo ditargetkan mencapai sekitar 95 hingga 98 persen, dengan menyisakan sejumlah pekerjaan finishing minor yang diharapkan dapat diselesaikan pada tahap berikutnya.
Waktu menuju penutupan TMMD ke-129 semakin singkat. Namun, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus menjadi kekuatan utama.
Mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa", pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya meninggalkan bangunan fisik.
Di balik setiap material yang dilangsir dan setiap bagian rumah yang dirapikan, ada kerja keras prajurit, dukungan masyarakat, serta harapan keluarga penerima manfaat.
Jika seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sesuai target, upacara penutupan TMMD nantinya bukan sekadar menandai berakhirnya sebuah program.
Bagi Pak Kardo dan warga Kesongo, momen tersebut akan menjadi penanda bahwa sebuah rumah yang lebih layak dan sebuah harapan baru telah berhasil diwujudkan melalui kebersamaan TNI dan rakyat.