Berita Terkini
Penarafflesia.com - Gedung DPRD Provinsi Bengkulu menjadi tuan rumah untuk kedatangan puluhan Duta Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) Bengkulu, yang mewakili kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.
Kunjungan Duta HIV/AIDS ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam upaya pengentasan dan penanganan HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu.
M. Febiansyah, perwakilan Duta HIV/AIDS, mengungkapkan bahwa kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
"Pada tahun 2022, tercatat 1.224 orang terjangkit penyakit HIV/AIDS. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Rejang Lebong, dengan angka mencapai 96 pada bulan November, sementara Kota Bengkulu mencatat jumlah ratusan kasus," ungkap Febiansyah.
Dalam konteks ini, para Duta HIV/AIDS mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam penanganan masalah ini.

"Kedepannya, kami akan melakukan sosialisasi mengenai dampak HIV/AIDS di sekolah-sekolah, desa-desa, dan masyarakat," kata Febiansyah, mahasiswa dari Stikes Sapta Bakti.
Kunjungan Duta HIV/AIDS ini disambut dengan antusias oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, yang memiliki komitmen serupa. Dempo menekankan bahwa penularan dan pencegahan HIV/AIDS harus ditangani secara serius, karena hal ini berkaitan dengan generasi emas di masa depan.
"Penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui darah dan hubungan seksual, baik sejenis maupun berbeda jenis. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan harus dilakukan secara masif. Kita tidak boleh membiarkan peningkatan kasus HIV/AIDS berdampak pada upaya menciptakan generasi emas pada tahun 2045," tegas Dempo.
(ADV)