Skip to main content

DPK Provinsi Bengkulu Optimalkan Perawatan Koleksi Buku

PENARAFFLESIA, BENGKULU - Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Bengkulu terus berupaya maksimal Agar Bahan Pustaka tidak lekas rusak. diharapkan setiap Pustakawan dapat melakukan kegiatan menyusun kembali dan mengangkut buku untuk dikembalikan ke rak, cara mengontrol buku yang dikembalikan oleh pembaca merusak buku atau tidak. 

Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Bengkulu Meri Sasdi, M.Pd, kepada wartawan menjelaskan bahwa dalam Mencegah masuknya binatang pengerat dan serangga ke perpustakaan juga merupakan hal yang penting yang harus diketahui oleh seorang pustakawan, begitu pula cara menghindari debu masuk ke
perpustakaan, cara mengontrol suhu dan kelembapan ruangan.

"Cara yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah menempatkan kapur barus dan kalau ada akar lara setu di antara buku-buku agar serangga segan menghampirinya, dan perlu menyediakan ruangan khusus untuk perbaikan bahan pustaka dengan menyiapkan petugas yang sudah dilatih dan terampil, sehingga kalau diperlukan perbaikan bahan pustaka, dapat dikerjakan dengan cepat, jangan menunggu kerusakan menjadi lebih parah," jelasnya.

Dia menambahkan, kebersihan dan kerapihan selalu dikedepankan sehingga mengundang pemustaka untuk memakai perpustakaan dengan baik, dan bagi pustakawan sendiri akan semakin nyaman untuk bekerja.

"Setiap Pustakawan harus mempunyai pengetahuan dalam mencegah terjadinya kerusakan bahan pustaka , kerusakan itu dapat dicegah jika kita mengetahui faktor-faktor penyebabnya, sehingga dapat dilakukan penanganan yang sesuai. Yang tidak kalah pentingnya dari kegiatan pelestarian bahan pustaka adalah keamanan dari pencurian dan pengrusakan ( vandalism). Prosedur pengamanan dapat dilakukan dengan cara pengawasan dalam ruang baca, pemeriksaan tas pengunjung, pemasangan detector dan pemasangan kamera CCTV untuk memudahkan pemantauan.
Dua hal yang penting dalam pelestarian, yaitu:
1. Pelestarian Bentuk fisik
Yaitu bahan pustaka yang dipergunakan dengan pengurangan tingkat keasaman, pembuatan aminasi dan enkapsulasi.
2. Pelestarian Nilai Informasi bahan Pustaka Yaitu upaya dengan mengalihkan bentuk informasi yang hilang, Dalam rangka Upaya Pelestarian Bahan Pustaka maka sebagai Pustakawan diharapkan dapat memperbaiki dokumen yang rusak baik itu kerusakan kecil ataupun kerusakan berat, Perpustakaan sebaiknya mempunyai ruangan khusus dalam melakukan proses Restorasi ini, mengganti buku yang rusak total, menjilid kembali dan mengencangkan kembali penjilidan yang kendur adalah pekerjaaan yang harus dikuasai oleh Resolator, berbagai macam kerusakan dapat saja terjadi, maka daripada itu Pustakawan harus bisa melakukan proses Restorasi dan tidak lupa menyiapkan peralatan serta bahan untuk melakukan proses restorasi.(ADV)

  • rica store

Berita Terkini