Skip to main content

DLHK Provinsi Bengkulu Minta Kader Lingkungan Semangat Kelola Sampah

Dokumentasi Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring hadiri pelatihan Pilah Pilih dan Kelola Sampah dari Rumah. Pelatihan bersama ibu-ibu ini dilaksanakan di Kelurahan Kebun Geran Kecamatan Ratu Samban kota Bengkulu, Minggu (18/10/23).
Dokumentasi Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring hadiri pelatihan Pilah Pilih dan Kelola Sampah dari Rumah. Pelatihan bersama ibu-ibu ini dilaksanakan di Kelurahan Kebun Geran Kecamatan Ratu Samban kota Bengkulu, Minggu (18/10/23).

Penarafflesia.com - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi Bengkulu, meminta kader lingkungan semangat mengelola lingkungan. Hal itu disampaikan DLHL saat bersama Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, melakukan audiensi dengan Gubernur Bengkulu terkait peluncuran pembentukan 54 Unit Bank Sampah Unit (BSU) dan Bank Sampah Induk (BSI).

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, berharap peluncuran ini akan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat Provinsi Bengkulu mengenai pengelolaan sampah agar menjadi sumber keuntungan.

"Masyarakat perlu dididik untuk memberdayakan diri, sehingga pengelolaan sampah, yang sebelumnya menjadi masalah, dapat berubah menjadi menguntungkan. Ini adalah perubahan yang mendasar, namun tentu tidak mudah, memerlukan keseriusan dan pemahaman yang benar terkait tindakan yang harus diambil," ungkap Rohidin Mersyah usai audiensi di Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu, kemarin.

Yanmar Mahadi, Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran DLHK Provinsi Bengkulu, menambahkan bahwa melalui peluncuran ini, selain menggalang partisipasi masyarakat, juga memberikan pengetahuan kepada mereka mengenai pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah di Bengkulu terdiri dari 70% organik dan 30% non-organik.

"Program ini dirancang untuk mengumpulkan masyarakat yang sebelumnya jarang berkumpul, agar dapat lebih solid dalam kerjasama. Selain itu, program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah dari masyarakat yang sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seminimal mungkin," ungkap Mahadi.

Mahadi juga berharap bahwa dengan program ini, hanya sekitar 10% sampah yang benar-benar sampai ke TPA, yang pada gilirannya dapat memperpanjang umur TPA yang ada di Bentiring kota Bengkulu.

"Kami mengajak kader untuk tetap semangat dalam memilah dan memilih sampah, sehingga keberlanjutan kehidupan dapat terwujud di masa depan," tambah Mahadi.

Launching BSI dan BSU dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Bentiring Permai, Bumi Ayu, GOR, dan Bertandang/Pondok Besi.

  • KENZO CELL

Berita Terkini