Berita Terkini
BENGKULU - Pemda di Provinsi Bengkulu agar dapat mencari akar persoalan yang menyebabkan sulitnya masyarakat mendapatkan BBM Bio Solar. Karena sesuai dengan fakta yang ada, saat ini antrian kendaraan untuk mendapatkan Bio Solar malah mengular di SPBU.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, S.Ip, MAP mengatakan, kalau saat inikan cenderung meraba kenapa Bio Solar sampai sulit didapatkan. Mengingat jika penyebabnya kuota terbatas, segera ajukan penambahan kuota.
“Saat mengusulkan tambahan kuota itu, juga perkuat lobi dengan pihak terkait, supaya usulan diakomodir. Karena logikanya dari waktu ke waktu jumlah kendaraan terus bertambah," ujarnya, Rabu (15/11/2023).)

Menurutnya, upaya kedua lakukan penertiban kepada para pihak yang seharusnya tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi, termasuk juga para pengusaha atau investor.
"Tertibkan juga yang melakukan penimbunan BBM bersubsidi, serta awasi penyaluran sedetail mungkin," pintanya.
Secara terpisah, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
"Kita juga pastikan tidak ada kendala dalam pendistribusian BBM bagi masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Bengkulu," ungkapnya.
Ia menjelaskan, stok Bio Solar untuk wilayah Bengkulu sampai dengan saat ini masih mencukupi, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Walaupun sementara ini sedang terjadi peningkatan aktivitas di area SPBU. Kita mencatat, untuk rata-rata harian konsumsi BBM jenis Bio Solar diwilayah Bengkulu sekitar 289 Kilo Liter (KL) per hari," tukasnya.
Lebih lanjut ditambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dan pihak terkait dalam rangka pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar dapat tepat sasaran.
"Kita menghimbau masyarakat untuk dapat membeli BBM sesuai dengan kebutuhan dan peruntukan, serta tidak melakukan pengisian berulang atau menimbun," tutupnya. (Adv)