Covid-19, DPRD Provinsi Bengkulu Tetap Kerja dan Bertugas

Bengkulu – Himbauan diberlakukannya masa libur selama 14 hari di wilayah Indonesia. belum bisa diterapkan bagi DPRD Provinsi Bengkulu. Hal ini disebabkan masih banyaknya tugas rumah DPRD Provinsi Bengkulu.

Ditegaskan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri usai memimpin rapat paripurna, Senin (16/3). Bahwa wabah covid-19 memang harus diantisipasi, namun pekerjaan dan kegiatan DPRD Provinsi Belum bisa ditunda.

“Wabah Covid-19 memang harus Kita sikapi dan harus diaantisipasi semaksimal mungkin. Namun, bukan berarti kita menunda kegiatan-kegiatan yang sudah ada,” jelas Ihsan Fajri.

Ihsan berharap virus menular tersebut tidak sampai di Provinsi Bengkulu. Beberapa kegiatan yang telah tersusun sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu menegaskan, akan tetap melakukan kegiatan tersebut dan selalu antisipasi dan tingkatkan kewaspadaan.  

“Tetap ada pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan tetapi kita juga memberi arahan agar selalu waspada dan berhati-hati. Jangan sampai Provinsi Bengkulu terindikasi wabah corona. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi,” tambah Ihsan.

Ihsan juga menjelaskan dengan minimnya alat kesehatan untuk mendeteksi virus di Provinsi Bengkulu menjadi persoalan. Terlebih lagi alat scanner pengukur suhu senilai kurang lebih Rp 1 Miliar itupun hanya tersedia di bandara.

“Berharap pemerintah daerah bisa mengusulkan serta mengusahkan ketersediaan alat tersebut. Itu bisa diajukan ke kementerian ataupun dianggarkan,” tandas Ihsan.

Editor : OKi