Tolak Tambang Pasir Besi Seluma, Emak-emak Bermalam di Lokasi

Seluma – puluhan ibu-ibu tangguh dari desa pasar seluma dan desa penyangga lainnya melakukan aksi di Tambang pasir besi PT Faminglevto Baktiabadi, Kamis 23 Desember 2021.

Hal ini dibenarkan, Perwakilan Masyarakat Desa Pasar Seluma, Anton Suprianto bahwa ibu-ibu yang menggelar demo saat ini masih berlanjut hingga malam ini dan rencana inap.

Ibu-ibu saat ini masih di lokasi untuk menolak tambang pasir besi dan akan menginap,” ungkap Perwakilan Masyarakat Desa Pasar Seluma, Anton saat dihubungi, Kamis malam (23/12/2021).

Ditambahkan, koordinator aksi penolakan tambang mengatakan akan mengancam ruang hidup masyarakat. Alasan masyarakat melakukan penolakan dengan fakta.

“Kami tidak butuh tambang, karena dampak dari tambang dapat merusak ruang penghidupan kami,” kata Ibu Zemi dalam aksi penolakan tambang pasir besi.

Aktivitas tambang akan mengancam ruang hidup mereka.

Alasan masyarakat melakukan penolakan dengan fakta bahwa:
(1) Aktifitas perusahaan yang akan mengeruk pasir besi disepanjang 2,4 Km di pesisir pantai akan berdampak pada berkuranganya remis (kerang) di pinggir laut, sebagai mata pencaharian kaum perempuan, baik untuk dijual maupun diolah untuk dikonsumsi sebagai penganan tradisonal.
(2) Resiko kerusakan jalan utama Desa yang merupakan satu satunya akses masyarakat jika digunakan oleh perusahaan untuk mengangkut material hasil pertambangan.

  1. Wilayah yang akan dieksploitasi merupakan sabuk hijau pengaman, dikarenakan pasar seluma masuk dalam zona rawan bencana.

Sampai dengan malam ini, masyarakat yang tergabung dalam forum masyarakat pesisir barat masih terus berdatangan ke lokasi tambang pasir besi, untuk bersolidaritas dalam perjuangan menolak tambang pasir besi. (*)