Skip to main content

SPMB Online Bengkulu Dikeluhkan, Orang Tua Datangi Dikbud untuk Verifikasi Akun

Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, Zulhendri
Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, Zulhendri

Bengkulu - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online tingkat SMA/SMK di Provinsi Bengkulu mendapat keluhan dari masyarakat. Sejumlah orang tua calon peserta didik mengaku khawatir karena akun pendaftaran anak mereka belum juga terverifikasi, padahal masa pendaftaran terus berjalan dan batas waktu semakin dekat.

Warga mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu guna meminta bantuan penyelesaian verifikasi data yang menjadi syarat utama dalam proses pendaftaran.

Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menjelaskan bahwa proses verifikasi pada dasarnya merupakan tanggung jawab sekolah asal atau SMP tempat siswa menempuh pendidikan sebelumnya.

"Verifikasi data siswa seharusnya dilakukan oleh sekolah asal. Namun masih ada sekolah yang belum memfasilitasi proses tersebut," ujar Zulhendri.

Ia menambahkan, sekolah tujuan sebenarnya juga memiliki kewenangan untuk membantu verifikasi. Namun di lapangan, banyak masyarakat justru diarahkan untuk mengurusnya langsung ke kantor Dikbud Provinsi Bengkulu.

Akibat kondisi tersebut, kantor Dikbud mengalami lonjakan pemohon verifikasi dalam beberapa hari terakhir. Untuk mengatasi penumpukan dan menghindari keterlambatan proses pendaftaran, pihak dinas akhirnya turun tangan membantu masyarakat.

"Karena itu Dinas Dikbud membantu masyarakat dengan memverifikasi seluruh calon murid yang datang mengajukan permohonan," katanya.

Ditengah berbagai keluhan yang muncul, sejumlah pihak mempertanyakan kesiapan sistem SPMB Online yang dinilai masih menghadapi kendala teknis pada masa awal pelaksanaannya.

Meski demikian, Zulhendri menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjalankan sistem penerimaan berbasis digital karena dinilai lebih transparan, akuntabel, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Menurutnya, SPMB Online bukanlah program baru. Sistem tersebut telah diterapkan selama lebih dari lima tahun dan terus mengalami pembaruan serta penyempurnaan dari waktu ke waktu.

"SPMB Online bukan hal baru. Sistem ini sudah berjalan lebih dari lima tahun dan terus dilakukan penyempurnaan," jelasnya.

Ia berharap pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses proses pendaftaran.

Menanggapi isu yang berkembang terkait dugaan adanya permainan oleh operator maupun pihak sekolah dalam pelaksanaan SPMB Online, Dikbud Provinsi Bengkulu memastikan seluruh tahapan telah diatur secara ketat melalui petunjuk teknis yang berlaku.

Zulhendri menegaskan setiap operator dan pihak yang terlibat wajib menandatangani Pakta Integritas sebelum pelaksanaan SPMB dimulai. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga transparansi dan integritas proses penerimaan peserta didik baru.

"Semua operator harus bekerja sesuai juknis dan melakukan verifikasi berdasarkan aturan yang berlaku," tegasnya.

Dikbud Provinsi Bengkulu juga memastikan pengawasan akan terus diperketat agar seluruh proses penerimaan murid baru berlangsung objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. (*)

  • rica store

Berita Terkini