Polres Mukomuko Gelar Konferensi Pers, Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur

Pena Rafflesia, Mukomuko– Polres Mukomuko gelar konferensi Pers Tindak Pidana 2 (dua) Tersangka Persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Tempat berbeda, untuk pelaku atas nama BD (35) tahun alamat Desa Tirta Mulya kecamatan Air Manjunto,  dan pelaku SO (40) Tahun Desa Air Dikit Kecamatan Air dikit Kabupaten Mukomuko yang sudah dimediakan sebelumnya. Jum’at(29/10/2021)

Kapolres Mukomuko AKBP Widiardi, S,IK,M,H didampingi Kasat Reskrim AKP. Teguh Ari Aji, S, IK, mengatakan kronologis kejadian persrtubuhan anak dibawah umur, untuk pelaku BD desa Tirta Mulya ini dilakukan sejak bulan April tahun 2020 sampai dengan bulan Agustus 2021. Modus pelaku mengancam korban apa bila tidak mau melakukan persetubuhan layaknya suami istri, yang mana pelaku akan memberitahukan kepada orang tua korban. Pada tanggal 26 Oktober 2021, Polres Mukomuko menerima laporan dari saudari Tri lestari ibu kandung korban, Tentang adanya dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur, yang terjadi di Desa Tirta Mulya, kecamatan Air Manjunto, kabupaten Mukomuko. Kemudian Sat Reskrim Polres Mukomuko, melakukan pemeriksaan ter hadap saksi pelapor, saksi korban, dan saksi lainnya. Serta melakukan visum ET Reventum. Setelah diyakinkan, terjadinya tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur. 

“Berdasarkan laporan polisi yang  diterima dan saksi saksi serta alat bukti, yang mengarah kepada perbuatan tersangka BD, maka segera  dilakukan pencarian terhadap keberadaan tersangka BD, bahwa tersangka sedang berada dikediamannya.Pada hari Rabu 27 Oktober 2021 sekira pukul 02.00 WIB, Sat Reskrim Mukomuko melakukan Penangkapan terhadap pelaku (BD) di Desa Tirta Mulya, Untuk melakukan Pemeriksaan Lebih Lanjut,”ujar Widiardi.

Dilanjut Kapolres AKBP Widiardi S,IK, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Teguh Ari Aji S, IK, menjelaskan tersangka berinisial (BD) Laki-laki 35 Th dan berprofesi sebagai Wirasuasta, dan pelaku ini kakak Ipar korban itu sendiri. dengan korban Perempuan yang masih duduk dibangku SMP dan masih dibawah umur. Pelaku menggasak atau menggauli korban sebanyak 6 (enam) kali.

Terhadap Pelaku dijerat ddngan Pasal 81 ayat (2) jo 76 D, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014, tentang Perubahan atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Terhadap tersangka disangkakan Pasal 81 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

  “Pesan untuk orang tua, untuk bisa menjaga, dan Mengawasi anak disetiap waktu, Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi. Langkah kita pres rilis ini untuk memberi langkah dan untuk lebih menjaga anak anaknya, dalam pengawasan terhadap anak perlu kerjasam masyarakat dan pemerintah daerah, “tutup Widiardi. (Dnex)