Feature : Pemuda Tangguh, Lumpuh Total

Heri Oktariadi Saat Sedang Dirawat

Dia pemuda yang tangguh. Dia bukan anak yang manja. Dia adalah sosok yang mandiri, dia juga yang selalu berjuang keras membanting tulang untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Berbagai pekerjaan ditekuninya, dimulai kuli bangunan hingga bertani bercocok tanam diperkebunan juga persawahan. Keahlian merakit baja ringan waktu itu membuat pemuda tangguh ini harus pasrah istirahat lama di tempat tidur.

Sekira satu tahun lima bulan lalu, ia merakit bajah ringan di gardu induk Pembangkit Listrik Negara (PLN) Kampung Bali Bengkulu. Waktu itu, nasib naas menimpanya. Ia terjatuh dari tempat ia berpijak. Tidak hanya terjatuh, ia juga tersengat aliran listrik yang tidak jauh dari tempat dia bekerja. Kejadian ini mengakibatkan ia lumpuh total hingga sekarang.

Dia adalah seorang pemuda dari Desa Air Putih Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah, Heri Oktariadi. Heri Oktariadi lahir di Desa Sendawar 30 Oktober 1992 putra pertama dari pasangan bapak Abdul Sahun dan ibu Jurna Wati warga Desa Air Putih Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah.

Bapak Abdul Sahun tergolong keluarga kurang mampu di desanya. Di masa Pandemi Covid-19, ia merasakan kesulitan untuk membiayai pengobatan putra pertamanya yang mengalami lumpuh total sejak kejadian kecelakaan kerja waktu mengerjakan proyek bajah ringan satu tahun lima bulan lalu.

Kerabat Bapak Abdul Sahun, Asnaun yang juga kepala Desa setempat mengatakan “Putra pertama bapak Abdul Sahun, Heri Oktariadi saat ini sedang lumpuh total. Pihak keluarga kewalahan untuk mengobatinya” Kata Asnaun, Kamis (15/07/21) siang di kantornya.

“Saat ini Heri Oktariadi mengalami kelumpuhan, sejak kejadian kecelakaan kerja satu tahun lima bulan lalu. Saat ini ia sedang di rawat di RSUD M. Yunus Bengkulu di ruang Megawati Lantai Dua. Untuk biaya pengobatan ia di tanggung BPJS. Tetapi biaya perawatan pihak keluarga sendiri,” Kata Asnaun.

Kemudian Asnaun mengatakan “Kami sebagai kerabat keluarga bapak Abdul Sahun prihatin dengan kondisi anaknya sekarang. Memang betul biaya pengobatan ditanggung pemerintah. Tetapi biaya perawatan itu cukup mahal. Biaya perawatan, seperti: keluarga yang mengurus Heri Oktariadi yang sedang sakit. Sementara bekerja belum bisa selama mengurus yang sakit. Tentu saja membutuhkan biaya di mulai biaya makan sampai ke transportasi,” Jelas Asnaun kembali.

“Saya selaku kerabat keluarga bapak Abdul Sahun yang kebetulan sedang menjabat Kepala Desa, pernah meminta bantuan kepada Dinas Sosial Bengkulu Tengah. Alhamdulillah kami diberikan bantuan kursi roda. Kami berusaha mendapatkan bantuan biaya perawatan kerabat kami Heri Oktariadi namun upaya kami gagal. Kami berharap Pemerintah Bengkulu Tengah khususnya, para dermawan, Pemerintah Provinsi Bengkulu dan lainnya dapat membantu meringankan beban kerabat kami,” Harap Asnaun kembali.