Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Agenda Pidato Kenegaraan HUT Republik Indonesia 74 Tahun

Bengkulu – Sidang Pleno DPRD Provinsi Bengkulu dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 RI Tahun 2019 pada sidang bersama DPR RI dan DPD RI berlangsung Jumat (16/08/19).

Tampak dihadiri para Anggota Dewan, Gubernur bersama Jajaran Pemerintah Provinsi, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), dan Para Investor yang ada di Bengkulu. Selanjutnya, Rapat Paripurna menampilkan sidang pidato kenegaraan melalui telekonferensi yang disampaikan Presiden Jokowi. Sidang tersebut disaksikan oleh semua DPRD se-Indonesia.

Pidato Kenegaraan menyampaikan tujuan pembangunan serta kesiapan Indonesia dalam menghadapi usia baru. Dalam garis besar yakni persaingan pasar global, kolaborasi antar negara, pembangunan sumber daya manusia.

BBM 1 harga, 5 persen ekonomi pertumbuhan, Pemerataan dana desa hingga 257 triliun, Pemerataan akses pendidikan, Pemindahan Ibu kota ke Kalimantan, keberdikarian ekonomi, sebagai kekuatan membangun bangsa, juga dibahas minimalisir impor, “Minimalisir kegiatan impor, impor, impor. Kita harus sejahterakan petani.” ujar Jokowi.

Kita harus siap menghadapi kejahatan internal juga kejahatan dari luar negeri. “Indonesia tidak takut dengan keterbukaan. Indonesia tidak takut dengan persaingan. Tidak ada pilihan lain, kita harus berubah. Strategi baru harus diciptakan. Kita tidak cukup harus lebih baik dari sebelumnya, tapi kita wajib lebih baik dari negara lain.” lanjutnya.

Jokowi menegaskan, inisiatif kolaborasi, kerjasama antar negara menjadi prioritas utama dalam strategi pembangunan. “Kita sedang menghadapi keterbukaan ekonomi global. Sebagaimana sikap menghadapi ketidakpastian gejolak yang tak terduga harus disiapkan. Kesiapan menghadapi bencana, kesenjangan sosial, kemiskinan juga musim yang sedang terjadi. Kita bangun hilirisasi industri agar nilai tambah pendapatan ekonomi bisa menutupi kekurangan kita. Pembaharuan sumber daya alam, biogas, pengelolaan batu bara, pembuatan mobil listrik harus kita kelola sendiri.” terang Jokowi.

Evaluasi Kepala Daerah juga Anggota Dewan disinggung Jokowi pada sidang tersebut, “Kinerja pembangunan pelayanan masyarakat, juga inovasi pelayanan bisa dikembangkan melalui pengetahuan yang secara langsung bisa kita peroleh. Untuk apa studi banding jauh-jauh ke luar negeri. Sedang dengan kecanggihan teknologi, kita bisa mengakses ilmu pengetahuan melalui tangan kita.” pungkas Jokowi dalam pidatonya.

Pada Sidang Paripurna tersebut, diikuti pelaksanaan sidang penyampaian pengantar/keterangan pemerintah atas RAPBN Tahun Anggaran 2020 beserta nota penjelasannya pada rapat lanjutan yang dibahas sore ini.