Membebani Kas Daerah, Tenaga Honorer Dipangkas Bupati

Ilustrasi Honorer

Pena Rafflesia, Mukomuko-- Demi efisiensi, Pemerintah Kabupaten Mukomuko, mulai tahun awal 2022 akan memangkas 50 persen dari lebih kurang 3000 jumlah pegawai honorer di daerah tersebut. Anggaran untuk membayar upah tenaga honorer di Kabupaten Mukomuko setiap tahun mencapai Rp 20 miliar.
Agenda ini di ambil kebijakan Bupati Mukomuko , pihak Pemkab akan mengevaluasi kinerja para tenaga honorer dilingkungan pemerintahan kabupaten Mukomuko dari awal tahun 2022 nanti. (14/12/2021)

Ketua LSM LIRA Kabupaten Mukomuko Salman Alfaris menilai, pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil di Mukomuko merupakan pekerjaan yang paling diidolakan lulusan universitas. Di samping itu, di Mukomuko seperti tidak ada pilihan lain dalam hal lapangan pekerjaan di sektor formal. Untuk industri skala besar di sektor pertanian dimukomuko banyak perusahaan di rekrut dari luar daerah, dan untuk para anak muda mudi kabupaten Mukomuko yang lulusan serjana muda banyak yang tidak dapat untuk dipekerjakan diperusahaan tersebut, karena lemah nya Pemerintaha terhadap perusahaan yang ada di kabupaten Mukomuko ini.

”Lulusan serjana mengincar status sebagai pegawai negeri sipil atau honorer terlebih dahulu sebagai batu loncatan menjadi pegawai,” ujar salman.

Salman menyayangkan fenomena itu. Sebab, anak-anak muda yang punya energi masih segar untuk berpikir dan bekerja kreatif, malah terkungkung jika menjadi pegawai pemerintah. Pada sisi lain, semestinya pemerintah daerah bekerja keras menarik investor di bidang pertanian, perkebunan, atau perikanan guna menciptakan lapangan kerja di luar jalur PNS. Pemerintah juga perlu memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Mukomuko sebagai cara lain menciptakan peluang kerja, dan memanggil perusahaan yang ada untuk bisa perekrutan putra daerah dalam perusahaan.

Dilanjutnya juga menyoroti kebijakan Bupati yang akan memangkas tenaga honorer, sebelum memangkas tenaga honore ini pemkab harus mencari solusi terdahulu demi kepentingan orang banyak.
Dalam perekrutan atau mengevaluasi tenaga honorer nanti di Mukomuko jangan sampai membabi buta. Untuk merekrut tenaga honorer jangan sampai bermotif politik, sanak keluarga ketimbang kebutuhan yang sesungguhnya.pungkasnya

”kita menyayangkan atas kebijakan bupati yang akan memangkas tenaga honore, dan untuk perekrutan jangan sampai bermitif politik sanak keluarga ketimbang kebutuhan sesungguhnya"tutup salman. (Dnex)

Berita Terkini