Mardensi: Polemik Ijazah Jangan Dibesar-besarkan, Seharusnya Gunakan Mekanisme Birokrasi

Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu memperingati Walikota Bengkulu Helmi Hasan untuk fokus dengan masalah pendidikan di Kota Bengkulu yang saat ini masih banyak masalah.

Pernyataan itu disampaikan Mardensi, M.Pd kepada wartawan menyikapi kesibukan Walikota yang kini justru mengurusi masalah yang bukan tupoksinya demi mencari popularitas semata.

“Saya tidak mau membesar-besarkan masalah polemik ijazah tersebut yang sudah ada mekanismenya. Seharusnya Walikota dan Wawali menggunakan mekanisme birokrasi dengan bersurat ke Gubernur dan Kadis Diknas Provinsi untuk menyelesaikan masalah tersebut sebelum ramai-ramai turun ke sekolah,” tegasnya.

Apa yang dilakukan itu justru terkesan membuat para guru dan Sekolah disudutkan didepan publik. Apalagi sampai viral yang akhirnya menjadi tontonan anak didik.”Kita khawatir kedepannya anak-abak akan menggunakan kekuatan untuk mengintervensi bapak dan ibu guru yang seharusnya guru sebagai orang tua anak-anak di sekolah,” bebernya.

Sebagai anggota di DPRD Kota Fraksi Golkar, Kadis Pendidikan harus turun cepat dan mengambil alih penyelesaian masalah seperti ini panggil kepala sekolah dan walimurid. Pasti ada jalan keluarnya dan tidak perlu walikota dan jajaran Geruduk ramai-ramai ke sekolah.”Sekali lagi masalah ini teresan dipolitisir dan menunjukkan ke publik adu kekuatan.

Ingat masih banyak persoalan pendidikan dikota yang harus diselesaikan diantaranya Polemik SD 62. Kepala sekolah SD yang masih banyak dijabat Plt. Lalu Sarana dan Prasarana pendidikan yang perlu perbaikan. Kemudian banyak Sekolah yang kurang guru dll.

“Jika ingin membantu prov mungkin wali kota atau yg lainnya buat aja program beasiswa atau subsidi pendidikan khusus anak yang belum tercover di kriteria miskin misalnya,” tutupnya. (*)