Skip to main content

Kota Bengkulu Masuk Pilot Project Pembangunan Perkotaan Nasional

Penjabat Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, menerima kunjungan Dirjen Bangda Kemendagri, Suryo Putro, beserta tim Courtesy Visit dan Pelingkupan Program CIP di Balai Kota Merah Putih, Kelurahan Pekan Sabtu.
Penjabat Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, menerima kunjungan Dirjen Bangda Kemendagri, Suryo Putro, beserta tim Courtesy Visit dan Pelingkupan Program CIP di Balai Kota Merah Putih, Kelurahan Pekan Sabtu.

Penarafflesia.com - Penjabat Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, menerima kunjungan Dirjen Bangda Kemendagri, Suryo Putro, beserta tim Courtesy Visit dan Pelingkupan Program Capital Investment Planning (CIP) di Balai Kota Merah Putih, Kelurahan Pekan Sabtu.

Dirjen Bangda Kemendagri dan tim CIP, termasuk Ronal Candra dan Joel Friedman sebagai ahli perencanaan terpadu, diterima oleh Pj Walikota yang didampingi oleh Plt Sekda Medy Pebriansyah, para Asisten, Staf Ahli Walikota, dan beberapa kepala OPD, termasuk Kadis Kominfo Gita Gama.

Kunjungan tim ini merupakan tindak lanjut dari Sosialisasi Pelaksanaan National Urban Development Project (NUDP) untuk Kota Pilot Tahap II. Project Management Unit (PMU) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri akan melaksanakan serangkaian kegiatan courtesy visit dan pelingkupan dalam rangka menginisiasi fasilitasi penerapan CIP di 8 Kota Pilot Tahap II, yakni Kota Bengkulu, Bandar Lampung, Tangerang Selatan, Bogor, Surabaya, Kota Bitung, Ambon, dan Jayapura.

NUDP bertujuan untuk meningkatkan perencanaan dan pemrograman pembangunan kota yang terpadu serta menyusun prioritas program investasi modal (capital investment). Tiga indikator utama pencapaian tujuan NUDP mencakup tersusunnya strategi nasional pembangunan infrastruktur perkotaan, tersusunnya rencana dan program pembangunan perkotaan terpadu, serta keterpaduan antara kerangka perencanaan investasi dan penganggaran.

Arif Gunadi menyambut baik kedatangan tim CIP dan menyampaikan rasa terima kasih. Ia mengakui bahwa Kota Bengkulu memiliki keterbatasan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga dukungan dana dari luar sangat diharapkan. Arif Gunadi berharap melalui program ini, Kota Bengkulu dapat mendapatkan lebih banyak dana dari Bank Dunia dan APBN untuk memperkuat belanja modal yang masih terbatas.

Tim CIP, Ronal Candra, menjelaskan bahwa CIP adalah pembiayaan multiyears dan melibatkan multi stakeholders. Workshop pengenalan CIP akan diadakan untuk memahamkan prosesnya, siapa yang terlibat, dan bagaimana implementasinya. CIP diharapkan dapat membantu kota-kota dalam prioritisasi investasi yang komprehensif berbasis pada area-area strategis dan kebutuhan tata ruang.

Joel Friedman menambahkan bahwa program ini berfokus pada pengembangan daerah untuk memperkuat proses perencanaan investasi. Program ini telah diujicobakan di beberapa kota pada tahap sebelumnya, dan Bengkulu dipilih sebagai salah satu kota pilot project tahap II.

Pewarta : Eki Kurnia

Editor : Fatmala

  • rica store

Berita Terkini