KNPI Bengkulu Selatan Berpeluang Terbelah Empat Versi

Bengkulu Selatan – Dinamika internal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bengkulu Selatan semakin bergerak dinamis. Mengikuti perpecahan tubuh KNPI secara nasional, KNPI Bengkulu Selatan pun disebut-sebut berpeluang terbelah menjadi empat versi.

Peluang terbelahnya KNPI Bengkulu Selatan menjadi empat versi cukup beralasan. Lantaran hingga saat ini sudah muncul dua versi kepengurusan KNPI di Bengkulu Selatan. Yang pertama KNPI Kabupaten Bengkulu Selatan di bawah kepengurusan Ahmad Tenry Yusfik Tohir (Aten) dan KNPI di bawah kepengurusan Oki Syahputra Jaya.

Di tingkat Pusat, kepengurusan Ahmad Tenry Yusfik Tohir merupakan bagian dari DPP KNPI versi Haris Pratama. Sedangkan kepengurusan Oki Syahputra Jaya merupakan barisan dari DPP KNPI versi Abdul Aziz.

Perebutan pengaruh dualisme KNPI di Bengkulu Selatan semakin terlihat saat kedua versi tersebut menggelar agenda berbeda di hari yang sama. Sabtu, 28 Agustus 2011, DPD KNPI versi Aten menggelar Rapat Pimpinan. Usai menggelar Rapim, KNPI kubu Aten langsung bersilaturahmi ke Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi.

Sementara di hari yang sama, Sabtu (28/8/2021), DPD KNPI Bengkulu Selatan versi kepengurusan Oki Syahputra Jaya menggelar kegiatan Musyawarah Daerah, dengan agenda utama memilih ketua defenitif. Sama dengan DPD KNPI versi Aten, kepengurusan KNPI versi Oki Syahputra Jaya sebelumnya juga pernah bersilaturahmi dengan Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi.

Melihat perkembangan yang ada, KNPI Bengkulu Selatan berpeluang bertambah menjadi empat versi.

“Kalau sekarang ini baru terjadi dualisme, maka ke depannya bisa saja terjadi empat isme kepengurusan KNPI Bengkulu Selatan. Karena di level pusat, KNPI ini memang ada empat versi,” analisa Pemuda Bengkulu Selatan, Apdian Utama.

Adapun empat versi kepengurusan DPP KNPI dengan empat Ketua umum yakni versi Noer Fajrieansyah, Abdul Azis, Mustahuddin dan Haris Pratama.

“Nah, di Bengkulu Selatan ini yang masuk ini baru KNPI versi Ketua Umum Haris Pratama dan KNPI versi Ketua Umum Abdul Azis. Artinya kepengurusan dua versi yang belum terbentuk tersebut, bisa saja dalam waktu dekat juga akan terbentuk,” jelas Apdian.

Melihat fenomena yang terjadi, Apdian meminta kepada Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan agar bersifat terbuka terhadap semua versi yang ada. Karena pada prinsipnya, terbentuknya banyak versi kepengurusan DPD KNPI Bengkulu Selatan tidak bisa terelakkan. Karena turunan kepengurusan dari pusat memang sudah terbelah menjadi empat versi.

Sehingga, menurutnya, setelah ada Rapim versi Aten dan Musda versi Oki, tidak menutup kemungkinan ada kegiatan Rapim dan Musda KNPI Bengkulu Selatan versi lainnya lagi.

“Siapa yang bisa jamin bahwa dua versi yang belum masuk, yakni versi versi Noer Fajrieansyah dan versi Mustahuddin bisa saja dalam beberapa hari ke depan akan terbentuk kepengurusannya di Bengkulu Selatan,” jelas Apdian.

Untuk diketahui bahwa di tingkat nasional telah disepakati akan digelar Kongres bersama. Tiga versi DPP KNPI telah sepakat melakukan kongres bersama, yakni Ketua Umum KNPI versi versi Noer Fajrieansyah, Abdul Azis dan Mustahuddin. Kesepkatan kongres bersama tersebut turut diketahui oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly.

“Kita berharap semoga Kongres bersama nanti dapat menyatukan kembali KNPI selaku induk organisasi pemuda hingga ke daerah,” demikian Apdian. (*)