ISYARAT PANDEMI

Cinta itu . . .

Tak butuh filsafat dalam dialetika Tak pula orator dalam retorika Tetap ibukan narsisme yang semu itu

Bangsa Presiden sial ini harus tahu!!! Cinta itu diartikan dengan apa?

Covid-19 Ini Nyata Teguran Alam

Ini yang kusebut dengan cinta

Pandanganku tak terbelenggu agitasi

Pandangan kumenarik benang merah sejarah masa lampau

Pandanganku melahirkan tunas muda bagi masa depan

Korsa bangsa ini mulai kering dan gersang Nafas kehidupan kini mulai berat dia berikan Dia seorang Ibu yang menyusui kita

Namun kita actor Megapolis dalam memainkannya

Dan sekarang aku mengerti

Mendaki di sunyi puncak Gunung Cycloop Jauh dari ombak Samudera Pasifik Ditemani kicauan burung surga

Raksasa bermata satu melambaikan tangannya

Sembari berkalung bunga di tubuhnya.

Detik terus berlari

Helios telah mempersipkan diri untuk tenggelam

Mari sejenak kita berdiam diri di rumah

Semoga Pandemi COVID-19 segera berlalu.

(Chandra Irwanto Lumban Gaol)