Berita Terkini
BOJONEGORORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Melalui kegiatan nonfisik, Satgas TMMD bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mendorong peningkatan kapasitas generasi muda melalui Pelatihan Penguatan Karakter, Pengembangan Ekonomi Pemuda, dan Public Speaking yang digelar di Balai Desa Kesongo, Senin (20/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bojonegoro itu diikuti puluhan pemuda desa dengan tujuan membentuk karakter yang tangguh, meningkatkan kemampuan komunikasi, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja dan bisnis.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengajak para peserta untuk mulai mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Menurutnya, peluang usaha saat ini terbuka lebar bagi generasi muda yang memiliki keberanian, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar.
"Anak-anak muda jangan hanya bercita-cita menjadi pekerja. Kalau mampu, ciptakan pekerjaan sendiri. Sekecil apa pun usaha yang dimiliki, jika itu milik sendiri maka kita adalah bosnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Kesongo tengah mempersiapkan pembangunan kawasan Pujasera yang akan dilengkapi kios, rest area, musala, dan toilet sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus ruang berkembang bagi pelaku usaha muda.
Menurut Kusnadi, fasilitas tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para wirausahawan muda untuk memulai maupun mengembangkan usahanya, sehingga mampu menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menilai kemampuan public speaking menjadi salah satu kompetensi penting di era digital, terutama bagi pelaku usaha yang memanfaatkan media sosial dan platform daring sebagai sarana pemasaran.
"Sekarang jualan tidak hanya secara offline, tetapi juga melalui platform digital. Public speaking menjadi bekal penting untuk mempromosikan produk agar menarik minat pembeli," katanya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri para pemuda sehingga mampu memasarkan produk secara profesional sekaligus memperluas peluang usaha.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Dispora terhadap sasaran nonfisik TMMD ke-129.
Selain materi public speaking, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan kewirausahaan, strategi memperluas jaringan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk.
"Kami ingin pemuda Desa Kesongo memiliki kemampuan komunikasi yang baik sekaligus mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Public speaking menjadi salah satu kunci membangun kepercayaan konsumen," jelasnya.
Arief menambahkan, Dispora juga memperkenalkan berbagai program pembinaan kepemudaan, seperti Forum Kewirausahaan Pemuda, bootcamp bisnis, pelatihan pengolahan produk, budidaya jamur, digital marketing, affiliate marketing, hingga pelatihan master of ceremony (MC). Para peserta juga akan difasilitasi dalam pengurusan legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), sebagai langkah awal membangun usaha yang legal dan berdaya saing.
Melalui kegiatan nonfisik ini, TMMD ke-129 kembali menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan bekal karakter yang kuat, kemampuan komunikasi, dan jiwa kewirausahaan, generasi muda Desa Kesongo diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.