Sudah Berapa Bulan Ini Molor, DAK Fisik Dispendik Kabupaten Mukomuko Akan Segera Di Mulai

Dispendik

Penarafflesia, Mukomuko– Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang diterima Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mukomuko tahun 2022 untuk SD Rp 12,3 miliar dan SMP Rp 10,3 Miliar Itu digunakan pembangunan, rehabilitasi RKB, toilet, UKS, dan Perpustakaan hingga bantuan sarana pendidikan mulai SD hingga SMP. Karena sudah berapa bulan ini Molor, Dak Fisik sekolah segera dilelangkan.

Kabid Dikdas Arni Agustina S.Pd. AUD. M.M melalui Dafrizal S.Sos sebagai PPTK  Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mukomuko mengatakan, tahun ini Dispendik mendapatkan bantuan DAK fisik Rp 34 miliar. Sementara untuk SD yang terbanyak seperti Lelang ada 24 dan penunjukan langsung (PL) ada 25. Namun untuk SMP yang untuk Lelang 24 sedang kan untuk Penunjukan Langsung (PL) hanya ada 4. Sementara Ruang Kelas Baru (RKB) tidak ada bangunan baru, hanya rehabilaitas.

  ’’Program terdiri dari rehab pembangunan ruang kelas , ada juga toilet sekolah, ruang UKS, dan gedung pustakaan Yang jelas bentuk pekerjaan bervariasi, tergantung kondisi ketika uji petik atau studi kelayakan. Untuk pekerjaan akan secepatnya di lelang dan untuk PL tidak lama lagi akan tanda tangan kontrak, sementara untuk lelang kita perpanjang kan sampai Lima bulan pekerjaan." bebernya.

Ia menyebutkan dana bersumber APBN ini juga untuk memenuhi sarana prasarana sekolah. Seperti, peralatan TIK dan media pendidikan lainnya. Dia tak menyangkal jika alokasi DAK fisik tahun ini. Yakni jumlahnya yang untuk SD mencapai Rp 10,3 miliar sedangkan TIK SMP Rp 1,1 Miliar ’’Tahun ini tidak ada pembangunan gedung baru seperti tahun lalu, yang diprioritaskan juga terutama belanja peralatan TIK memang dari Kemendikbud,’’ paparnya.

Dikatakannya, untuk pola pekerjaan sedianya akan menggunakan sistem kontraktual dengan tahapan proses menunggu petunjuk teknis dan pelaksanaan dari Kemendikbud. Adapun, usulan sekolah yang mendapatkan DAK fisik tahun ini, nantinya mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data tersebut diisi oleh masing-masing sekolah. ’’Semuanya tergantung Dapodik yang diinput dari masing-masing satuan pendidikan.’’ tandasnya. (Dnex)

Berita Terkini