Berita Terkini
Penarafflesia.com - Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri, mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan penetapan awal bulan Ramadan 1445 Hijriah/2024 sebagai masalah yang memecah belah di tengah-tengah umat Islam. Menurutnya, dalam situasi seperti ini, sikap saling menghormati dan toleransi sangatlah penting.
"Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, yang utama adalah niat dan keikhlasan dalam beribadah. Perbedaan penetapan awal bulan Ramadan tidak boleh mengganggu persatuan dan kebersamaan umat Islam," ujar Ihsan Fajri.

Ihsan Fajri menegaskan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan pemantauan hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan. Namun demikian, Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah/2024 melalui Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024. Berdasarkan penetapan tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan 2024 jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.
"Kita harus menghargai keputusan dan keyakinan masing-masing pihak terkait penetapan awal bulan Ramadan. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan kerukunan umat Islam di tengah perbedaan ini," tambah Ihsan Fajri.
Ia juga mengimbau agar umat Islam tetap menjaga kekhusyukan dan semangat ibadah di bulan Ramadan, serta memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas spiritual dan keimanan. (Adv)