Skip to main content

Harga Beras Tinggi di Bengkulu, Legislator Minta Pemda Gencar Lakukan Operasi Pasar

Sujono.
Sujono.

Penarafflesia.com - Kondisi harga beras yang masih berada pada tingkat tinggi di Provinsi Bengkulu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan memperoleh perhatian serius dari para legislator setempat.

Para wakil rakyat tingkat provinsi bahkan telah meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di Bengkulu untuk intensif melakukan Operasi Pasar (OP) guna mengatasi masalah ini. Kenaikan harga beras yang terus melambung di pasaran menjadi beban berat bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Sujono mengungkapkan keprihatinan atas situasi saat ini, terutama setelah mendengar keluhan masyarakat terkait kenaikan harga beras. Kenaikan ini memberikan dampak besar pada kehidupan sehari-hari warga Bengkulu.

“Kami mendesak Pemda untuk mengambil tindakan efektif, termasuk dengan gencar melaksanakan operasi pasar (OP) guna menstabilkan harga beras," ujarnya pada Selasa, (14/11/2023).

Operasi pasar merupakan langkah yang umumnya diambil oleh pemerintah untuk mengendalikan harga-harga pokok, termasuk beras. Dalam operasi pasar, pemerintah biasanya menjual beras dengan harga lebih rendah dari harga pasar untuk meredakan tekanan inflasi.

Dprd

Langkah-langkah seperti peningkatan produksi beras lokal dan pengawasan distribusi juga menjadi fokus dalam upaya mengatasi masalah harga beras yang tinggi.

“Pemda di Bengkulu harus mencatat daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan beras selama musim kemarau ini, mengingat ada potensi gagal panen. Selain itu, dampak musim kemarau berpengaruh besar pada hasil panen beras karena proses pertumbuhannya sangat bergantung pada kadar air,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pihak legislatif akan mendukung langkah-langkah yang diperlukan oleh Pemda untuk menangani masalah ini. Pemda di Bengkulu diharapkan mengambil langkah konkret mengingat urgensi penanganan harga beras yang tinggi.

Operasi pasar dan upaya lainnya diharapkan dapat menjaga stabilitas harga beras dan meringankan beban ekonomi masyarakat setempat.

“Dalam melaksanakan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras yang mencapai Rp. 25 ribu per cangkir dari harga biasanya Rp. 16 ribu sampai Rp. 17 ribu per cangkir, perlu persiapan yang matang agar tidak menimbulkan kerusuhan di lapangan,” pungkas Sujono. (Adv)

Tags
  • rica store

Berita Terkini