Berita Terkini
Penarafflesia.com - Provinsi Bengkulu, yang memiliki luas 14.929,54 km2 dan garis pantai sepanjang 525 km, menjelma sebagai wilayah berpotensi dengan kekayaan melimpah, terutama di sektor perikanan yang melibatkan berbagai jenis ikan air laut, ikan air tawar, udang, dan lainnya.
Keberadaan ini dianggap menjadi peluang emas yang menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama bagi petani, nelayan, dan buruh tambang di sekitar wilayah tersebut.
Potensi ini tampaknya sangat mendukung diversifikasi penghasilan, baik melalui kegiatan penangkapan ikan secara langsung maupun melalui budidaya sistem tambak. Saat ini, kabupaten Seluma dan Kaur di Bengkulu sudah memiliki sekitar 40 tambak, dan bila dikembangkan secara berkelanjutan, dapat memberikan dampak signifikan pada perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat sekitar tambak.

Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mencatat produksi ikan di laut Bengkulu sebanyak lebih dari 72 ribu ton, dengan nilai mencapai Rp 2,7 miliar menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) pada tahun 2022. Sementara itu, produksi ikan hasil budidaya air tawar pada tahun 2019 mencapai 122,79 ton.
Dalam rangka mendukung pengembangan sektor perikanan dan tambak, Gubernur Bengkulu, Rohidin, menyatakan bahwa diperlukan pendataan ulang terkait perizinan dan legalitas usaha tambak.
Gubernur Rohidin menegaskan, "Jika izin dari usaha tambak udang tersebut sudah lengkap, maka akan memberikan dampak baik bagi daerah, yaitu meningkatnya pendapatan daerah."
Gubernur juga mengimbau agar dilakukan pemutusan mata rantai distribusi ke luar Provinsi Bengkulu. Salah satu langkah yang diusulkan adalah dengan membangun core storage di sekitar lokasi tambak, sehingga dapat meningkatkan efisiensi distribusi hasil perikanan dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Pewarta : Fatmala
Editor : Yusuf