Berita Terkini
Penarafflesia.com - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk tidak menyalahkan Pilkada serentak 2024 jika pembangunan terutama di bidang infrastruktur mengalami penundaan yang tidak terduga.
Edwar Samsi mengungkapkan keprihatinannya terkait alokasi anggaran daerah yang cenderung terkuras untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2024 melalui mekanisme hibah. Dengan estimasi anggaran sebesar Rp 173 miliar, di mana sebagian besar akan dialokasikan untuk KPU, Bawaslu, dan pengamanan, potensi dampaknya terhadap pembangunan daerah menjadi tidak terelakkan.
“Dengan besarnya alokasi anggaran untuk Pilkada serentak, kita harus siap menghadapi kemungkinan adanya penundaan dalam pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini bisa menjadi tantangan serius jika anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dipindahkan untuk Pilkada,” ujarnya.

Edwar Samsi menekankan pentingnya untuk tidak menyalahkan Pilkada serentak jika pembangunan mengalami keterlambatan. Sebaliknya, ia mendorong Pemerintah Provinsi untuk mencari solusi alternatif, termasuk dengan lebih intensif dalam memperoleh anggaran dari pihak pusat untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur.
“Kita harus proaktif dalam mencari sumber anggaran tambahan dari pusat agar rencana pembangunan dapat tetap berjalan sesuai dengan target. Gubernur dan OPD teknis harus berperan aktif dalam berkomunikasi dengan pihak pusat untuk memastikan kelancaran pembangunan di tengah pelaksanaan Pilkada serentak,” tambahnya.
Edwar Samsi juga menyoroti pentingnya koordinasi yang erat antara Pemerintah Provinsi dan OPD terkait untuk menjaga kelancaran pembangunan di tengah situasi yang mungkin menantang akibat pengalihan anggaran untuk Pilkada serentak.
“Kunci kesuksesan tetap terletak pada kemampuan kita untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan Pilkada dan kelanjutan pembangunan. Kita harus memastikan bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil,” tutupnya. (Adv)