Skip to main content

Dempo : Proses Hibah Aset Lahan dan Gedung STQ ke UINFAS akan Segera Rampung

Dempo Xler.
Dempo Xler.

Penarafflesia.com - DPRD Provinsi Bengkulu memastikan proses hibah aset lahan dan bangunan gedung eks STQ ke Universitas Islam Negeri Fatmawati Seokarno akan segera rampung.

Diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler bahwa proses hibahnya tinggal satu langkah lagi. Sebab pihak-pihak terkait, mulai dari Biro Pemkesra Pemrov Bengkulu, BPKAD Provinsi Bengkulu, dan Petinggi UIN FAS telah mencapai kata sepakat.

Namun lantaran gedung STQ tercatat sebagai aset sumber pajak pemprov, tentu harus dikeluarkan terlebih dahulu yang mana prosesnya ada di tangan Gubernur Bengkulu.

DPRD Provinsi Bengkulu memastikan proses hibah aset lahan dan bangunan gedung eks STQ ke Universitas Islam Negeri Fatmawati Seokarno akan segera rampung.  Diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler bahwa proses hibahnya tinggal satu langkah lagi. Sebab pihak-pihak terkait, mulai dari Biro Pemkesra Pemrov Bengkulu, BPKAD Provinsi Bengkulu, dan Petinggi UIN FAS telah mencapai kata sepakat.  Namun lantaran gedung STQ tercatat sebagai aset sumber pajak pemprov, tentu harus dikeluarkan terlebih dahulu yang mana prosesnya ada di tangan Gubernur Bengkulu.  "Sudah sepakat final untuk UIN sebenarnya, hanya tinggal soal administratif. Karena tercatatnya Gedung Gunung Bungkuk sumber pajak daerah Bengkulu. Nah itu harus dikeluarkan dulu," ungkap Dempo.  Dempo berharap hal ini segera dituntaskan secepatnya agar tidak lagi terjadi persoalan. Mengingat setelah berapa kali berganti kepala daerah penyerahan aset ini tak kunjung terealisasi.  "Kalau bisa secepat mungkin, kalau perlu sebelum akhir Desember sudah clear, karena ini dari zaman Gubernur Agusrin," pungkasnya. (ADV)

"Sudah sepakat final untuk UIN sebenarnya, hanya tinggal soal administratif. Karena tercatatnya Gedung Gunung Bungkuk sumber pajak daerah Bengkulu. Nah itu harus dikeluarkan dulu," ungkap Dempo.

Dempo berharap hal ini segera dituntaskan secepatnya agar tidak lagi terjadi persoalan. Mengingat setelah berapa kali berganti kepala daerah penyerahan aset ini tak kunjung terealisasi.

"Kalau bisa secepat mungkin, kalau perlu sebelum akhir Desember sudah clear, karena ini dari zaman Gubernur Agusrin," pungkasnya. (ADV)

Tags
  • rica store

Berita Terkini