Skip to main content

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Buka Penguatan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Buka Penguatan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak.
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Buka Penguatan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak.

Penarafflesia.com - Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, secara resmi membuka kegiatan Penguatan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) se-Provinsi Bengkulu. Acara ini berlangsung di ballroom salah satu hotel di kawasan Pantai Panjang Bengkulu pada Rabu (06/12).

Khairil Anwar menyampaikan bahwa penetapan 7 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak berpredikat pratama adalah bukti nyata komitmen daerah dalam memperkuat perlindungan anak. Meskipun demikian, ia juga mencatat bahwa dalam setahun terakhir masih terdapat beberapa kasus kekerasan terhadap anak di daerah tersebut.

Dalam upaya meningkatkan perlindungan anak, Khairil Anwar menekankan pentingnya kolaborasi dan peran aktif dari semua sektor. Tahun 2024 dijadikan target untuk seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu memiliki predikat sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak, minimal dengan predikat Pratama. Saat ini, dari 10 kabupaten/kota di Bengkulu, 7 di antaranya telah memiliki status KLA predikat Pratama, sementara 3 kabupaten lainnya, yaitu Bengkulu Tengah, Lebong, dan Kaur, belum mencapai status tersebut.

Gub

"Melalui kegiatan penguatan ini, kita mendorong ketiga kabupaten yang belum memiliki predikat tersebut untuk memiliki komitmen yang kuat, dengan bantuan dari DP3AP2KB Provinsi Bengkulu," ungkap Khairil Anwar.

Lebih lanjut, Khairil Anwar menyatakan bahwa selain menargetkan seluruh kabupaten/kota menjadi KLA, Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Selatan didorong untuk meningkatkan predikat dari KLA Pratama menjadi KLA Madya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Eri Yulian Hidayat, menambahkan bahwa kegiatan Penguatan Gugus Tugas KLA tidak hanya melibatkan Pemerintah Daerah kabupaten/kota, tetapi juga melibatkan sektor swasta dan dunia usaha. Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga perlindungan perempuan dan anak, melainkan juga tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk pihak swasta dan dunia usaha, terutama dari tingkat keluarga.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, dilakukan pengukuhan Forum Anak Bengkulu yang bertugas sebagai duta di lingkungan sekolah dan kampus. Mereka akan aktif dalam mengkampanyekan untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai lingkungan. (Adv)

Pewarta : Yusuf

Editor : Oki

  • rica store

Berita Terkini