Berita Terkini
BENGKULU-Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Eko Agusrianto, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus sosialisasi Rencana Pembayaran Bertahap (Rehab) yang diselenggarakan pada Selasa (24/9/2024) di Balai Kota Merah Putih. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara Pemerintah Kota Bengkulu dan BPJS Kesehatan dalam menyelesaikan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda aktif.
Dalam sambutannya, Eko Agusrianto menegaskan pentingnya keberlanjutan program JKN sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.
“Pemerintah Kota Bengkulu mendukung penuh pelaksanaan JKN. Kami terus berkomitmen untuk memastikan masyarakat yang belum terdaftar segera mendapatkan jaminan kesehatan melalui program Jamkesda yang dikelola oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Eko juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak atas upaya yang telah dilakukan hingga Pemkot Bengkulu berhasil meraih penghargaan UHC Award pada 8 Agustus 2024. Capaian ini diperoleh berkat tingkat kepesertaan JKN yang mencapai lebih dari 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta di atas 75 persen.
Untuk mendukung program ini, Pemkot Bengkulu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 miliar guna membayar iuran kesehatan masyarakat.
Kepala Bagian Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Zaipan Popiandi, menyambut baik dukungan Pemkot Bengkulu. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah Pemkot Bengkulu yang proaktif dalam menyelesaikan tunggakan iuran. Ini akan memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkap Zaipan.
Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Bengkulu, Yudi Susanda, juga menyoroti peran penting pengelolaan anggaran yang tepat dalam mendukung program JKN.
“Dengan alokasi dana yang cukup besar, kami berharap program JKN dapat berjalan lancar dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” tutur Yudi.
Rakor ini dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Plt Asisten I Kota Bengkulu, I Made Ardana, Kepala Bappeda, Medi Pebriansyah, Kadis Kesehatan, Joni Haryadi Thabrani, serta para camat dan lurah se-Kota Bengkulu. Mereka membahas langkah strategis untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bengkulu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemkot Bengkulu dan BPJS Kesehatan semakin kuat untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Adv)